Ketapang, (beritairn.com) – Wakil Bupati Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat Jamhuri Amir,SH memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 mengusung tema Patriotik,Gigih,Berempati di halaman pendopo rumah dinas bupati Ketapang.

Upacara dihadiri unsur Forkopimda,Anggota TNI,Polri,sekertaris Daerah,para asisten sekertariat daerah,para Kepala organisasi perangkat daerah,ormas pemuda,tokoh agama,tokoh masyarakat dan para undangan.

Wakil Bupati Ketapang membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia,pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.
bahwa ikrar Sumpah Pemuda yang lahir 98 tahun silam merupakan tonggak penting dalam menyatukan perbedaan dan memperkuat perjuangan bangsa Indonesia.

“Janji yang menyatukan perbedaan, janji yang menguatkan perjuangan, dan janji yang melahirkan tekad untuk berdiri sebagai satu bangsa: Indonesia.

Lanjutnya Semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti sebagai kenangan sejarah. Nilai-nilai persatuan,kesatusn dan perjuangan harus terus hidup dalam karakter generasi penerus bangsa, terutama di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

Kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan gedung, kecanggihan teknologi, atau kekayaan materi. Kemajuan sejati harus dimulai dari kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, semangat pantang menyerah, serta kepedulian terhadap sesama,tegasnya.

Tema peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menyoroti tiga karakter utama yaitu,Patriotik berarti mencintai Indonesia melalui pengabdian dan tindakan nyata,bukan hanya sekadar ucapan semata. Gigih berarti tidak menyerah ketika menghadapi berbagai kesulitan,tidak runtuh akibat kegagalan, dan terus berjuang memberikan yang terbaik bagi bangsa.
Sementara sikap berempati ya know mengajarkan semua generasi muda tidak hanya mengejar keberhasilan pribadi, tetapi juga memahami kesulitan orang lain dan bersedia membantu masyarakat yang membutuhkan pertolong.

“Kemudian Patriotisme yaitu tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegigihan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.

Bahwa pembangunan sumber daya manusia perlu berjalan seiring dengan penguatan nilai kemanusiaan terutama Generasi muda hendaknya tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, serta semangat pengabdian.

ditujukan kepada seluruh pemuda Indonesia agar berani bermimpi besar, bekerja keras, dan tidak kehilangan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Generasi muda diharapkan menjadi pribadi yang kuat tanpa kehilangan kelembutan hati, berani memimpin sekaligus bersedia melayani, serta mampu berdiri tegak membela kepentingan bangsa sambil mengulurkan tangan kepada sesama.

Setiap ilmu, karya, dan pengorbanan, menurut pesan tersebut, harus menjadi bukti nyata kecintaan terhadap Indonesia.

“Masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama,”pungkasnya.(Red)