
daelpos.com – Pembangunan Daerah Tertinggal memerlukan konsep yang terintegraai dan komprehensif untuk bisa dilakukan percepatan dan tepat sasaran.
Demikian dikatakan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto saat berikan Pengarahan kepada Pegawai Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) di Kawasan Kalisari, Senin (12/10/2026).
“Namanya Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, makanya itu harus eksekusi, bukan fungsi koordinasi,” kata Mendes Yandri.
Untuk itu, perlu dibuat konsep yang terintegrasi, universal dan komprehensif mengingat kondisi kekinian jumlah desa tertinggal masih 9.400an dan ini perlu perhatian dari Kemendes PDT.
Mendes Yandri mencontohkan dengan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), miliki fasilitas yang lintas Kementeiran/Lembaga tapi di bawah koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Contoh adanya SPBU untuk nelayan yang notabene wilayah Pertamina. Ada Tambatan Perahu plus Dermaga Kecil yang sebenarnya wilayah Kementerian Perhubungan. Ada Koperasinya yang jadi wilayah Kementerian Koperasi.
“Saya minta kepada Dirjen Samsul Widodo untuk susun narasi atau konsep yang komprehensif dan mudah dipahami,” kata Mantan Wakil Ketua MPR RI ini.
Contohnya, susun daftar kebutuhan Daerah Tertinggal seperti Jalan, Air Bersih, Sarana Pendidikan, Sarana Kesehatan hingga kegiatan ekonomi.
Yang wajib ada di desa itu seperti Sarana Air Bersih, MCK, Sarana Ibadah dan Infrastruktur. Sedangkan Sarana Kesehatan dan Pendidikan bisa dilakukan penggabungan dari beberapa desa.
“Anggaran yang dibutuhkan juga mungkin tidak sebesar KNMP. Oleh karena itu jika ada konsepnya, saya bisa berkoordinasi dengan pihak terkait. Terakhir saya bisa melaporkan ke Presiden,” kata Mantan Ketua Komisi VIII DPR RI ini.
Hal ini, kata Mendes Yandri, membuat Ditjen PDT miliki fungsi eksekusi, bukan lagi koordinasi.
Untuk itu, Mendes Yandri mengajak seluruh staf di Ditjen PPDT untuk duduk bersama dan memberikan masukan agar konsep tersebut matang dan komprehnsif.
Konsep ini, kata Mendes Yandri, bakal jadi Legacy bagi Ditjen PPDT.
Selain itu, Mendes Yandri berharap Pegawai di Ditjen PPDT terus bersemangat untuk berikan darma bakti dan kemampuan terbaik untuk bangsa dan negara.
Ia pun berjanji bakal lebih sering menyambangi Ditjen PPDT untuk berdiskusi dan silaturahmi.
Turut hadir dalam pengarahan itu, Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Dirjen PPDT Samsul Widodo, Kepala Badan Pengembangan Informasi Mulyadin Malik, Staf Khusus Yahdil Abdi Harahap, Sekretaris Ditjen PPDT Meity Susanti dan Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus Muhammad Ridha Haykal Amal.





Leave a Reply