Bogor, (beritairn.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus memaksimalkan penanganan Covid-19 yang terus naik dengan berbagai cara. Hal tersebut dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin usai menerima bantuan tabung oksigen dan peti jenazah dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor, di Pendopo Bupati, Cibinong.
“Sampai saat ini Kabupaten Bogor masih dalam zona orange, tetapi tetap perlu meningkatkan kehati-hatian. Jumlah penduduk kita banyak, sehingga ketika ada kenaikan angka kasus saat ini dibandingkan dengan jumlah penduduk persentase nya masih kecil.
Tapi, lanjut Ade, kita tidak boleh lihat itu sebagai patokan, kita tetap waspada. Berapapun terjadi pertambahan kasus, ini menjadi warning bagi kita untuk terus melaksanakan penanganan dengan baik. Mudah-mudahan tidak berubah menjadi zona merah, dan akan terus kita upayakan dengan berbagai cara.
“Bed Occupancy Ratio (BOR) di rumah sakit sempat di atas 80 persen, kita terus menambah kamar-kamar tidur agar BOR nya terus menurun. Saya juga dengan Satgas Covid-19 sedang membuat tim untuk melakukan sidak ke sejumlah rumah sakit swasta agar mereka berperan aktif menanggulangi Covid-19,” jelasnya.
Ade menerangkan, karena berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), setiap rumah sakit swasta harus mengalokasikan 30 persen untuk pasien Covid. Kita akan lihat apakah sudah melaksanakan aturan tersebut, yang belum tentunya akan kita himbau untuk segera melaksanakannya.
“Yang melakukan isolasi mandiri jika tidak memungkinkan di rumah, kita ada tempat Pusat Isolasi di Kemang dan Cibogo, tinggal mau atau tidak melaksanakan isolasi mandiri di sana. Kalaupun ingin tetap di rumah, sebaiknya menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena harus bersatu dengan keluarga yang otomatis tidak boleh ketemu meski dalam satu rumah. Saya menghimbau kepada masyarakat untuk gotong-royong, saling mengasihi, membantu tetangganya jika ada yang terkena Covid,” ujar Ade.
Ade menambahkan, rekrutmen tenaga kesehatan atau relawan Covid juga kita lakukan di masing-masing RSUD. Kondisinya saat ini banyak juga tenaga kesehatan yang terpapar. Saya minta kepada para direktur RSUD, untuk menghitung anggaran yang mereka butuhkan untuk diajukan, karena mereka lah yang tau berapa anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan Covid saat ini.
“Kami juga akan membentuk tim pemulasaran jenazah Covid-19 di setiap desa, agar ketika ada kejadian dapat tertangani dengan baik, karena dalam kondisi seperti ini kadang orang bingung harus bagaimana menangani jenazah Covid. Kita akan berikan insentif, termasuk penggali kuburannya kita berdayakan masyarakat setempat,” terang Ade.
Untuk perkantoran di lingkup Pemkab, jika ada pegawainya yang terpapar harus menerapkan Work From Home (WFH) 100 persen, yang tidak ada keterpaparan WFH 75 persen. Kita tunda pelayanan dulu karena bahaya sekali kalau ada yang terpapar terus kita paksakan bekerja.
“Soal apakah akan ada penerapan jam malam, Ade Yasin mengatakan Kabupaten Bogor itu luas, kita ini punya 40 kecamatan 435 desa/kelurahan. Kalau ada kebijakan jam malam siapa yang bisa melaksanakan itu. Jadi tidak bisa disamakan Kabupaten Bogor dengan kota-kota yang lain yang lingkup daerahnya lebih kecil,” tandasnya.
Ade memaparkan, saat ini kita terus gencar sosialisasikan secara masif tentang pentingnya protokol kesehatan. Kita lakukan pembatasan kegiatan masyarakat, tempat-tempat yang dapat menimbulkan kerumunan kita batasi. Kita juga maksimalkan Satgas di tingkat kecamatan dan desa.
“Masing-masing kepala daerah punya kebijakan sendiri, tergantung situasi dan kondisi di wilayahnya masing-masing. Artinya setiap wilayah itu berbeda-beda penanganannya. Jadi tidak bisa disamakan Kabupaten Bogor dengan wilayah yang lain. PPKM Mikro di Kabupaten Bogor saya nilai masih efektif karena Satgas di tingkat kecamatan dan desa sampai saat ini terus bergerak.



