32.9 C
jakarta
Friday, April 17, 2026
Home Blog

Expert Goes to School, Terobosan Diskominfo Tangsel Cetak Talenta Digital Siap Kerja

0

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong penguatan kompetensi digital pelajar melalui kolaborasi lintas sektor dalam program Tangsel Digital Academy, 

Mengusung konsep “Expert Goes to School”, program ini menjadi pionir model pembelajaran berbasis praktik yang menghadirkan langsung para praktisi ke lingkungan sekolah.

Progam kolaboratif antara Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tangsel, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), dan SMK Negeri 6 Tangerang Selatan ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang digital.

Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin menegaskan, program ini dirancang sebagai percontohan yang dapat direplikasi secara luas di masa mendatang.

“Program Tangsel Digital Academy ini kami siapkan sebagai pionir, khususnya melalui konsep expert goes to school. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dengan melibatkan langsung para praktisi ke sekolah-sekolah,” ujarnya.

Menurut Asep, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri digital.

“Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program berjalan berkelanjutan. Ke depan, kami ingin memperluas implementasi program ini ke lebih banyak sekolah di Tangerang Selatan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari setiap minggu dalam periode tiga minggu, dengan materi yang difokuskan pada penguasaan teknologi informasi, khususnya dasar-dasar pengembangan website. Program telah mulai dilaksanakan sejak Selasa, 14 April 2026.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis praktik yang diusung dalam program ini diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.

“Kita tidak mau sekedar pelatihan sehari dua hari. Intinya betul-betul mencetak, menjadikan rekan-rekan semua, adik-adik semua betul-betul punya skill sesuai dengan apa yang dipelajari, bukan cuma sekedar datang sekilas,” ujarnya.

Asep bahkan menyebut Diskominfo Tangsel juga membuka peluang untuk merekrut siswa yang ikut pelatihan yang mampu memenuhi standar. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Tangsel dalam mendorong optimalisasi kualitas SDM di Kota Tangsel.

“Saya sudah sampaikan kalau ada yang memenuhi standar rekrutmen yang ada di kami, ya kita rekrut,” ucapnya.

Melalui program ini, Pemkot Tangsel optimistis dapat menciptakan model pembelajaran digital yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak untuk mencetak generasi muda yang unggul di era digital.(red)

Presiden Prabowo Terima Laporan Pembangunan 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah Terdampak Bencana dari KSAD

0

Jakarta, (beritairn.com) – Presiden Prabowo Subianto menerima Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama jajaran pejabat utama TNI Angkatan Darat di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas perkembangan pelaksanaan berbagai tugas strategis yang tengah dijalankan oleh TNI Angkatan Darat di sejumlah wilayah Indonesia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa KSAD melaporkan capaian konkret TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar dan pemulihan pascabencana, khususnya di daerah terpencil dan terdampak. “Dalam pertemuan tersebut, KSAD melaporkan perkembangan pelaksanaan tugas strategis yang dikerjakan oleh TNI Angkatan Darat,” ujar Seskab Teddy.

Salah satu capaian yang dilaporkan adalah percepatan pembangunan jembatan gantung perintis. Dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, TNI AD berhasil menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Dalam tiga bulan ini, TNI Angkatan Darat telah menyelesaikan pembangunan 300 unit jembatan gantung perintis yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Seskab Teddy.

Selain itu, TNI AD juga berkontribusi dalam pemulihan sektor pendidikan di wilayah terdampak bencana. Upaya tersebut diwujudkan melalui renovasi ratusan fasilitas pendidikan serta penyediaan akses air bersih bagi sekolah.

“Dalam tiga bulan ini pula, telah dirampungkan renovasi 300 sekolah di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra, termasuk pembangunan 300 titik bor air bersih di sekolah tersebut,” ucap Seskab Teddy.

Lebih lanjut, Seskab Teddy menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak bekerja sendiri dalam menjalankan berbagai program tersebut. Kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan Kementerian Pekerjaan Umum, menjadi kunci percepatan pembangunan fasilitas umum hingga ke wilayah pedesaan dan daerah terpencil.

“TNI Angkatan Darat bersama Kementerian Pekerjaan Umum berkolaborasi untuk secepat-cepatnya menyelesaïkan segala bentuk fasilitas umum di desa-desa hingga daerah terpencil. Tentunya kerja sama ini didorong oleh kepedulian masyarakat di lokasi pembangunan daerah tersebut,” tutur Seskab Teddy.

Langkah cepat dan terukur ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memastikan kehadiran negara hingga ke pelosok, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.(red)

Menko AHY Apresiasi Pembangunan Rumah Layak Huni Bagi Nelayan Dan Dorong Penataan Kawasan Pesisir Terintegrasi

0

Tangerang Kabupaten, (beritairn.com) – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memberikan apresiasi atas pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat nelayan di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Menko AHY ke Desa Tanjung Anom dan Desa Ketapang bersama jajaran kementerian terkait, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Wakil Gubernur Banten.

Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY didampingi Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid meninjau langsung hasil pembangunan rumah terintegrasi hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah kabupaten, dan pihak swasta.

“Ini merupakan contoh nyata kolaborasi yang baik. Kami sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tangerang, khususnya Bupati Tangerang, dalam menghadirkan kawasan hunian yang lebih layak dan tertata bagi masyarakat nelayan,” ujar AHY.

Menko AHY menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada hunian, tetapi juga pada pengembangan ekosistem ekonomi masyarakat. Di Desa Tanjung Anom, telah dibangun sebanyak 110 unit rumah layak huni bagi nelayan melalui kolaborasi pemerintah daerah dengan berbagai pihak, termasuk Habitat for Humanity dan koperasi setempat. Sementara itu, di kawasan Ketapang Aquaculture, terdapat sekitar 127 rumah yang telah ditata menjadi lingkungan yang lebih asri dan produktif. 

“Kita ingin memastikan kawasan ini tidak hanya nyaman untuk ditinggali, tetapi juga produktif. Para nelayan bisa meningkatkan nilai ekonomi, sementara keluarga juga dapat mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah,” jelasnya.

Selain itu, Menko AHY juga meninjau kawasan mangrove di Desa Ketapang yang berfungsi sebagai perlindungan terhadap abrasi sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata berbasis lingkungan (ecotourism) dan olahraga (sport tourism).

“Penanaman mangrove ini sangat penting sebagai bentuk mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir. Ke depan, kawasan ini juga bisa dikembangkan sebagai destinasi wisata yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

Program penataan kawasan ini merupakan bagian dari upaya transformasi kawasan kumuh melalui program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), serta didukung oleh pendanaan APBN, APBD, dan sinergi lintas sektor.

Sementara itu, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan Pemerintah Kabupaten Tangerang terus berkomitmen menjalankan program bedah rumah melalui program unggulan Gebrak Pakumis (Gerakan Bersama Rakyat Atasi Kawasan Padat, Kumuh dan Miskin) dengan target pembangunan 1.000 rumah layak huni setiap tahun.

Pemkab Tangerang juga akan menindaklanjuti arahan Menko AHY terkait penyediaan infrastruktur pendukung, seperti pembangunan tanggul penahan abrasi (breakwater), normalisasi sungai, serta fasilitas penunjang lainnya guna memperkuat kawasan pesisir.

“Program 1.000 rumah layak huni akan terus kami lanjutkan hingga seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang mendapatkan hunian yang layak. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.

Pihaknya berharap melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak, diharapkan penataan kawasan pesisir di Kecamatan Mauk dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir.

“Harapan kami, semoga sinergi antara pemerintah pusat, daerah dan swasta ini terkait penataan kawasan pesisir dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir yang tidak hanya membangun hunian yang layak tapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakatnya,” pungkasnya.(red)

SMPN 23 Tangsel Optimistis Terapkan Deep Learning, Pembelajaran Dikaitkan dengan Kehidupan Nyata

0

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) mulai diterapkan di SMPN 23 Kota Tangerang Selatan secara bertahap. Sekolah mendorong guru mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa agar pembelajaran lebih bermakna dan mudah dipahami.

Pelaksana Tugas Kepala SMPN 23 Kota Tangerang Selatan, Slamet Efendi, mengatakan penerapan deep learning telah disosialisasikan sejak beberapa bulan terakhir melalui dinas pendidikan.

Menurutnya, sekolah kini mulai mengarahkan guru untuk mengubah pola pikir dalam mengajar, dari yang sebelumnya berpusat pada materi menjadi lebih menekankan pengalaman belajar siswa.

“Pembelajaran mendalam ini menggabungkan pengalaman sehari-hari siswa dengan materi yang diajarkan, sehingga lebih berkesan dan mudah dipahami,” ujar Slamet di SMPN 23 Kota Tangsel, Jumat (17/4).

Dalam pendekatan ini, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, melainkan berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar yang nyaman, terbuka, dan menyenangkan.

Dengan cara tersebut, siswa didorong lebih aktif, berani menyampaikan pendapat, serta mampu mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata.

Respons siswa terhadap perubahan ini juga dinilai positif. Siswa menjadi lebih antusias karena pembelajaran terasa relevan dengan keseharian mereka.

“Siswa merasa lebih senang karena pembelajaran tidak hanya teori, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Slamet.

Salah satu contoh penerapan pembelajaran mendalam di SMPN 23 adalah melalui tema pengelolaan sampah. Isu ini diangkat karena relevan dengan kondisi di Kota Tangerang Selatan yang tengah fokus menangani persoalan lingkungan.

Sekolah mengintegrasikan materi tersebut ke dalam berbagai mata pelajaran, sekaligus melibatkan siswa secara langsung dalam praktik pengelolaan sampah.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi.

“Anak-anak diajak terlibat langsung, sehingga mereka belajar dari pengalaman nyata,” ujarnya.

Di sisi lain, sekolah juga telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari kebijakan pendidikan terbaru. TKA di SMPN 23 digelar dalam dua gelombang pada awal April 2026 dan diikuti seluruh siswa.

Sebelum pelaksanaan, sekolah telah melakukan sosialisasi kepada orang tua dan memberikan pemahaman kepada siswa terkait tujuan dan manfaat TKA.

Sekolah juga mendorong siswa untuk belajar mandiri melalui berbagai sumber, termasuk materi daring yang disediakan pemerintah.

Slamet menilai, pembelajaran mendalam dan TKA tidak harus dipertentangkan. Menurutnya, keduanya justru dapat saling melengkapi.

Ia menjelaskan bahwa materi dalam TKA, seperti literasi dan numerasi, dapat dihubungkan dengan pembelajaran kontekstual yang diterapkan di kelas.

“Nilai TKA nantinya akan terintegrasi dengan nilai rapor sebagai bagian dari jalur prestasi, sehingga keduanya saling mendukung,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, SMPN 23 optimistis dapat menjalankan pembelajaran yang bermakna sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi sistem evaluasi baru yang menuntut kemampuan berpikir lebih luas.

Presiden Prabowo Bertemu dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco

0

Jakarta, (beritairn.com) – Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad di Istana Merdeka. Keduanya membahas sejumlah hal strategis usai Kepala Negara melaksanakan lawatan luar negeri.

“Presiden Prabowo Subianto menerima Wakil Ketua DPR RI, Prof. Sufmi Dasco Ahmad, di Istana Merdeka, untuk menerima laporan beberapa hal strategis sekembalinya Presiden Prabowo dari lawatan luar negeri,” tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.

Menurut Seskab Teddy, pada pertemuan tersebut, Presiden menerima informasi strategis yang berkembang di dalam negeri. Sufmi Dasco, dalam forum tersebut, menyampaikan kepada Presiden terkait sejumlah perkembangan terkini mulai dari politik hingga ekonomi nasional.

“Dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua DPR RI Prof. Sufmi Dasco menyampaikan beberapa perkembangan situasi politik, keamanan dan ekonomi nasional,” katanya.

Selain itu, Seskab Teddy mengatakan bahwa Sufmi Dasco turut menyampaikan beberapa masukan dari fungsi legislasi DPR kepada pemerintah.(red)

Maryono: Kinerja Optimal Berawal dari Penempatan Talenta yang Tepat

0

Tangerang Kota, (beritairn.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus memperkuat kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui penerapan manajemen talenta berbasis merit, guna memastikan setiap jabatan diisi oleh SDM yang kompeten dan berintegritas.

Wakil Wali Kota Tangerang, H. Maryono, menegaskan bahwa pengelolaan talenta menjadi kunci dalam menjaga kinerja organisasi tetap optimal dan berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Evaluasi Talenta Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Tahun 2026, di UPT Penilaian Kompetensi BKPSDM Kota Tangerang, Gedung Cisadane, Karawaci.

“Melalui manajemen talenta, kita ingin memastikan setiap ASN berada pada posisi yang sesuai dengan kompetensinya, sehingga mampu memberikan kinerja terbaik bagi organisasi,” ujarnya.

Maryono menjelaskan, evaluasi talenta bukan hanya proses administratif, melainkan langkah strategis untuk memetakan potensi dan kompetensi ASN secara menyeluruh.

“Dari proses ini, kita dapat merancang pengembangan karier yang lebih terarah, sekaligus menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan yang siap menghadapi tantangan,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan komitmen dalam mengikuti proses evaluasi tersebut.

“Laksanakan dengan sungguh-sungguh, terbuka, dan jujur. Ini bukan sekadar penilaian, tetapi kesempatan untuk menunjukkan kapasitas dan kesiapan dalam berkembang,” pesannya.

Lebih jauh, Maryono, mengingatkan, tantangan pemerintahan ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pemimpin yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga adaptif dan visioner.

“Kita butuh pemimpin yang mampu mengambil keputusan dengan tepat, mengelola perubahan, serta menggerakkan tim untuk mencapai kinerja terbaik. Dari sinilah kualitas pelayanan publik akan meningkat,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Pemkot Tangerang terus mendorong penguatan sistem merit dalam pengelolaan ASN. Upaya ini pun mendapat pengakuan nasional, dengan diraihnya penghargaan BKN Awards selama dua tahun berturut-turut.(red)

Bersih-Bersih Tambang di Kawasan Hutan, Presiden Prabowo Perintahkan Eksekusi Cepat

0

Jakarta, (beritairn.com) – Presiden Prabowo Subianto mendapatkan laporan terkait hasil penataan izin usaha pertambangan (IUP) di kawasan hutan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta. Laporan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo dalam rapat sebelumnya yang menekankan pentingnya penertiban izin tambang di kawasan hutan.

Dalam keterangannya kepada awak media usai pertemuan, Bahlil menjelaskan bahwa dirinya telah menyelesaikan evaluasi terhadap sejumlah IUP yang berada di berbagai kategori kawasan hutan.

“Ada di hutan lindung, ada di hutan konservasi, ada kemudian di cagar alam, dan beberapa IUP yang di dalam kawasan hutan, tadi kami juga sudah melaporkan kepada Bapak Presiden, karena saya dikasih waktu satu minggu. Satu minggu berarti sudah satu minggu, minggu kemarin dan minggu ini,” ujar Bahlil.

Ia juga menambahkan bahwa laporan tersebut telah disampaikan sesuai tenggat waktu yang diberikan oleh Presiden Prabowo. Menurut Bahlil, berdasarkan hasil evaluasi tersebut, pemerintah akan segera mengambil langkah lanjutan.

“Saya sudah melaporkan dan insyaallah hasilnya juga baik, dan sudah saya mendapatkan arahan teknis untuk segera saya akan melakukan eksekusi lebih lanjut,” ungkapnya.

Langkah tegas ini menandai fase baru dalam reformasi sektor pertambangan nasional, tidak hanya memastikan kepastian hukum dan tata kelola yang baik, tetapi juga menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan.

Dengan penataan IUP yang lebih disiplin dan terukur, pemerintah menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus berpihak pada kepentingan bangsa, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia.(red)

Gandeng Kejari, Pemkot Tangsel Perketat Pengawasan Hukum dan Pengelolaan Anggaran

0

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperkuat upaya pencegahan penyimpangan dalam pengelolaan pemerintahan dengan memperpanjang kerja sama di bidang hukum bersama Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan.

Penandatanganan perjanjian kerja sama tersebut dilakukan langsung oleh Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie bersama Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Apreza Darul Putra di Blandongan Puspemkot Tangsel.

Benyamin menjelaskan, kerja sama ini merupakan perpanjangan kolaborasi yang selama ini telah berjalan, khususnya dalam bidang hukum perdata dan tata usaha negara.

“Jadi kita selalu meminta pendampingan dalam berbagai aspek, baik saat proses perencanaan, pelaksanaan, hingga ketika terjadi permasalahan hukum dibidang perdata dan tata usaha negara,” ujar Benyamin.

Melalui kerja sama tersebut, Pemkot Tangsel secara aktif meminta pendampingan hukum dari Kejari dalam berbagai tahapan penyelenggaraan pemerintahan.

Menurutnya, langkah ini menjadi bagian penting dalam mencegah potensi penyalahgunaan kewenangan, sekaligus memberikan pemahaman hukum yang lebih kuat kepada seluruh jajaran perangkat daerah.

Ia pun menegaskan pentingnya kedisiplinan aparatur dalam mengelola keuangan negara. Benyamin mengingatkan bahwa setiap penggunaan anggaran harus sesuai dengan aturan yang berlaku, serta pemahaman hukum ini harus dimengerti oleh semua Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan seluruh jajaran staf.

“Saya memang selalu dari awal tekankan kepada teman-teman Kepala OPD dan seluruh jajaran staf ya, karena kita mengelola uang negara yang harus dikeluarkan dengan aturan-aturan yang tepat. Jadi, kalau ada pelanggaran, kalau enggak ngerti nanya, nah inilah pentingnya pendampingan. Tapi kalau terjadi pelanggaran, tentu ada proses hukum,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Tangerang Selatan Apreza Darul Putra menyampaikan bahwa kerja sama ini mencakup seluruh aspek berkaitan dengan bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, di mana pendampingan hukum yang diberikan bertujuan untuk terjadinya penyimpangan dalam pengelolaannya.

“Ini adalah metode kami untuk mencegah terjadinya penyimpangan, sehingga harapannya dapat membantu. Kami juga berharap Pemkot Tangsel benar-benar memanfaatkan fungsi kami sebagai jaksa pengacara negara,” tegasnya.

Darul menambahkan, pihaknya ingin memastikan setiap potensi permasalahan hukum dapat diantisipasi lebih awal, sehingga tidak berujung pada proses hukum yang merugikan.

“Jadi ada mekanismenya sesuai aturan, untuk kita cegah terjadi penyimpangan, dan kita berikan yang terbaik bagi masyarakat,” ucapnya.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersama Kejaksaan Negeri diharapkan mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyimpangan hukum.

Deep Learning Diterapkan, Siswa SMPN 1 Tangsel Dilatih Pahami Materi Lebih Luas

0

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Perubahan pola belajar mulai terasa di SMPN 1 Kota Tangerang Selatan. Siswa kini tidak lagi hanya menerima materi, tetapi didorong aktif memahami dan mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata seiring diterapkannya pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 1 Kota Tangerang Selatan, Joko Purnomo, mengatakan penerapan deep learning ditandai dengan perubahan pada perencanaan pembelajaran.

Jika sebelumnya guru menggunakan RPP, kini beralih ke RPM atau Rencana Pembelajaran Mendalam yang dinilai lebih rinci dan terstruktur.

“RPM berisi langkah-langkah pembelajaran yang lebih detail, tidak hanya model pembelajaran, tapi juga mengaitkan materi dengan pelajaran lain dan lingkungan sekitar,” ujar Joko di SMPN 1 Tangsel, Kamis (16/4).

Menurutnya, pembelajaran kini juga diarahkan agar terhubung dengan kondisi nyata, termasuk keterkaitan dengan masyarakat.

Selain itu, guru mulai menggunakan pendekatan penilaian berbasis level SOLO, yang mendorong siswa memahami materi secara bertahap hingga mampu berpikir lebih kompleks.

Sekolah juga telah melakukan sosialisasi kepada guru terkait format baru tersebut, termasuk dalam penyusunan kisi-kisi soal yang mulai diuji coba pada semester ini.

Dalam praktiknya, pembelajaran tidak lagi berdiri sendiri pada satu mata pelajaran. Guru mulai mengaitkan materi dengan bidang lain agar pemahaman siswa lebih luas.

Dari sisi siswa, respons yang ditunjukkan dinilai cukup baik. Siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan berbagai metode, baik menggunakan media digital maupun konvensional.

Meski demikian, tidak semua materi bisa sepenuhnya berbasis teknologi. Untuk mata pelajaran tertentu seperti matematika, pembelajaran langsung tetap diperlukan.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 1 Kota Tangerang Selatan, Ida Damayanti, menambahkan bahwa pembelajaran saat ini juga menekankan kemampuan menghubungkan berbagai konsep.

Ia mencontohkan, materi IPA tentang lingkungan dapat dikaitkan dengan nilai-nilai dalam pelajaran lain, seperti pendidikan kewarganegaraan.

Siswa juga mulai dilibatkan dalam praktik langsung, seperti kegiatan berbasis lingkungan, meskipun pelaksanaannya belum merata di semua siswa.

Di sisi lain, sekolah juga harus menyiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai diterapkan. Joko mengakui, karena kebijakan ini masih baru, siswa masih dalam tahap penyesuaian.

“Kami tetap mempersiapkan melalui guru dengan alokasi waktu dalam pembelajaran. Namun karena TKA baru, siswa masih beradaptasi, apalagi jadwalnya berdekatan dengan libur,” katanya.

Meski demikian, secara umum siswa tetap dapat mengikuti TKA, walaupun sebagian mengaku soal yang dihadapi cukup menantang.

Ida Damayanti menambahkan, tantangan terbesar saat ini adalah menyeimbangkan antara pembelajaran mendalam dan tuntutan tes standar.

Menurutnya, soal TKA kini lebih menekankan analisis berbasis studi kasus, sehingga kemampuan literasi dan numerasi menjadi kunci.

“Bukan lagi sekadar hafalan, tapi analisis. Jadi literasi dan numerasi harus diperkuat,” ujarnya.

Ia juga mengakui bahwa hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bagi sekolah, mengingat masih ada siswa yang kemampuan literasi dan numerasinya perlu ditingkatkan.

Dari sisi guru, adaptasi terhadap perubahan metode dinilai relatif berjalan baik. Namun, sekolah tetap harus terus menyesuaikan strategi pembelajaran agar seimbang antara pemahaman mendalam dan kesiapan menghadapi TKA.(red)

Deep Learning Diterapkan, SMPN 12 Tangsel Akui Harus Berbagi Fokus dengan TKA

0

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) mulai diterapkan di SMPN 12 Kota Tangerang Selatan. Namun di tengah upaya mendorong pemahaman siswa secara menyeluruh, sekolah juga mengakui harus menyesuaikan dengan tuntutan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Kepala SMPN 12 Kota Tangerang Selatan, Mulmis Wariyanti, mengatakan penerapan deep learning telah mengubah peran siswa dalam proses belajar. Kini, siswa tidak lagi sekadar menjadi objek, tetapi terlibat aktif dalam pembelajaran.

Menurutnya, pembelajaran diarahkan pada penguatan dasar seperti pemahaman konsep melalui peta materi, sekaligus mengembangkan aspek olah pikir, olah rasa, dan olah raga siswa.

“Pembelajaran juga menanamkan kemandirian, kolaborasi, komunikasi, penalaran kritis, dan kreativitas,” ujar Mulmis di SMPN 12 kota Tangsel.

Perubahan juga terasa pada metode mengajar guru. Proses belajar kini dimulai dengan membangun motivasi siswa dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Guru juga menerapkan berbagai strategi aktif, seperti diskusi, eksperimen, proyek, dan studi kasus. Di akhir pembelajaran, dilakukan refleksi dan rangkuman bersama sebagai bagian dari penguatan materi.

“Guru menciptakan suasana belajar yang mendukung, baik dari alur kegiatan maupun asesmen yang dilakukan,” kata Mulmis.

Dari sisi siswa, respons yang ditunjukkan dinilai positif. Siswa menjadi lebih aktif, terlibat dalam praktik langsung, hingga presentasi hasil belajar.

Model pembelajaran ini juga mendorong suasana inklusif, di mana siswa saling menghargai dan belajar dari pengalaman nyata.

“Guru lebih berperan sebagai motivator dan fasilitator,” katanya.

Meski demikian, sekolah juga harus menyiapkan siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Salah satu upaya yang dilakukan adalah membiasakan siswa mengerjakan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Selain itu, siswa juga dilatih melalui studi kasus serta penguatan literasi dan numerasi dalam setiap pembelajaran.

Namun, Mulmi mengakui tidak mudah menyeimbangkan antara pembelajaran mendalam dan tuntutan hasil dalam tes standar.

“Keinginan kami tetap memberikan pembelajaran bermakna sangat besar, tetapi karena ada TKA, kami juga harus membiasakan pembahasan soal,” ujarnya.

Ia menyebut, khusus untuk siswa kelas 9, kondisi tersebut terasa lebih nyata. Pada semester awal, pembelajaran masih bisa difokuskan pada pendekatan mendalam.

Namun memasuki semester berikutnya, fokus mulai bergeser pada persiapan menghadapi TKA.

“Semester dua sudah mulai persiapan dengan pembahasan soal-soal dalam pembelajaran efektif,” katanya.(red)