SMPN 23 Tangsel Optimistis Terapkan Deep Learning, Pembelajaran Dikaitkan dengan Kehidupan Nyata

0
214

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) mulai diterapkan di SMPN 23 Kota Tangerang Selatan secara bertahap. Sekolah mendorong guru mengaitkan materi pelajaran dengan pengalaman sehari-hari siswa agar pembelajaran lebih bermakna dan mudah dipahami.

Pelaksana Tugas Kepala SMPN 23 Kota Tangerang Selatan, Slamet Efendi, mengatakan penerapan deep learning telah disosialisasikan sejak beberapa bulan terakhir melalui dinas pendidikan.

Menurutnya, sekolah kini mulai mengarahkan guru untuk mengubah pola pikir dalam mengajar, dari yang sebelumnya berpusat pada materi menjadi lebih menekankan pengalaman belajar siswa.

“Pembelajaran mendalam ini menggabungkan pengalaman sehari-hari siswa dengan materi yang diajarkan, sehingga lebih berkesan dan mudah dipahami,” ujar Slamet di SMPN 23 Kota Tangsel, Jumat (17/4).

Dalam pendekatan ini, guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar, melainkan berperan sebagai fasilitator yang menciptakan suasana belajar yang nyaman, terbuka, dan menyenangkan.

Dengan cara tersebut, siswa didorong lebih aktif, berani menyampaikan pendapat, serta mampu mengaitkan pelajaran dengan kehidupan nyata.

Respons siswa terhadap perubahan ini juga dinilai positif. Siswa menjadi lebih antusias karena pembelajaran terasa relevan dengan keseharian mereka.

“Siswa merasa lebih senang karena pembelajaran tidak hanya teori, tetapi juga berkaitan dengan kehidupan sehari-hari,” kata Slamet.

Salah satu contoh penerapan pembelajaran mendalam di SMPN 23 adalah melalui tema pengelolaan sampah. Isu ini diangkat karena relevan dengan kondisi di Kota Tangerang Selatan yang tengah fokus menangani persoalan lingkungan.

Sekolah mengintegrasikan materi tersebut ke dalam berbagai mata pelajaran, sekaligus melibatkan siswa secara langsung dalam praktik pengelolaan sampah.

Melalui kegiatan ini, siswa diajak memahami bahwa sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi.

“Anak-anak diajak terlibat langsung, sehingga mereka belajar dari pengalaman nyata,” ujarnya.

Di sisi lain, sekolah juga telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai bagian dari kebijakan pendidikan terbaru. TKA di SMPN 23 digelar dalam dua gelombang pada awal April 2026 dan diikuti seluruh siswa.

Sebelum pelaksanaan, sekolah telah melakukan sosialisasi kepada orang tua dan memberikan pemahaman kepada siswa terkait tujuan dan manfaat TKA.

Sekolah juga mendorong siswa untuk belajar mandiri melalui berbagai sumber, termasuk materi daring yang disediakan pemerintah.

Slamet menilai, pembelajaran mendalam dan TKA tidak harus dipertentangkan. Menurutnya, keduanya justru dapat saling melengkapi.

Ia menjelaskan bahwa materi dalam TKA, seperti literasi dan numerasi, dapat dihubungkan dengan pembelajaran kontekstual yang diterapkan di kelas.

“Nilai TKA nantinya akan terintegrasi dengan nilai rapor sebagai bagian dari jalur prestasi, sehingga keduanya saling mendukung,” katanya.

Dengan pendekatan tersebut, SMPN 23 optimistis dapat menjalankan pembelajaran yang bermakna sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi sistem evaluasi baru yang menuntut kemampuan berpikir lebih luas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here