
BREBES – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang humanis, ramah, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Komitmen tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, yang sebelumnya mengingatkan seluruh jajaran pelayanan kesehatan pemerintah agar mengedepankan pelayanan yang tulus dan tidak mengecewakan masyarakat.
Pesan itu disampaikan Bupati Paramitha saat kegiatan penyaluran bantuan bakti sosial dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) RSUD Brebes beberapa waktu lalu.
“Pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus dilakukan dengan sepenuh hati. Saya meminta manajemen rumah sakit memastikan, jangan sampai masyarakat kecewa atau mengeluh di saat yang paling membutuhkan pertolongan medis,” tegas Paramitha.
Menanggapi berbagai masukan dan pengaduan masyarakat, manajemen RSUD Brebes mengakui masih terdapat sejumlah aspek pelayanan yang perlu diperbaiki. Berbagai keterbatasan sumber daya, persoalan teknis di lapangan, serta perkembangan kebutuhan masyarakat menjadi tantangan yang harus diselesaikan secara bertahap.
Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur RSUD Brebes, Imam Budi Santoso, S.ST., M.H., saat menerima awak media hariandaerah.com di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026).
Menurut Imam, pihak rumah sakit terbuka terhadap setiap kritik maupun pengaduan yang disampaikan masyarakat. Ia bahkan menilai laporan warga sebagai bagian penting dalam proses evaluasi pelayanan.
“Tentu kami sebagai pelayan masyarakat sangat merespons sejumlah masukan yang telah disampaikan. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada warga yang telah berani menyampaikan pengaduan maupun kritik mereka,” ujar Imam.
Ia menegaskan, bagi manajemen RSUD Brebes, pengaduan masyarakat tidak semata-mata dipandang sebagai keluhan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian pelayanan yang masih membutuhkan pembenahan.
“Bagi kami, setiap aduan bukan sekadar keluhan, melainkan bentuk kepedulian warga yang sangat berharga untuk kemajuan pelayanan kita bersama,” katanya.
Catatan Pelayanan Jadi Bahan Evaluasi
Manajemen RSUD Brebes memastikan tidak akan mengabaikan berbagai laporan yang masuk. Setiap persoalan yang ditemukan akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan secara lebih terukur.
“Kami tegaskan, seluruh catatan yang ada akan kami evaluasi secara mendalam. Tujuannya satu, yaitu mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, responsif, dan ramah di masa mendatang,” jelas Imam.
Menurutnya, perbaikan pelayanan tidak hanya menyangkut aspek teknis dan medis, tetapi juga bagaimana pasien dan keluarga mendapatkan pengalaman pelayanan yang manusiawi sejak datang hingga menyelesaikan proses perawatan.
Keterbukaan terhadap kritik diharapkan dapat memperkecil kesenjangan antara harapan masyarakat dengan kondisi pelayanan di lapangan. RSUD Brebes juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan masukan melalui mekanisme pengaduan yang tersedia.
Imam menilai partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas.
Peningkatan mutu pelayanan, lanjutnya, membutuhkan proses yang berkelanjutan dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Karena itu, diperlukan komitmen seluruh jajaran rumah sakit untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
“Semua ini sejalan dengan visi Kabupaten Brebes, yaitu ‘Brebes Beres’ — berkeadaban, ekonomi tangguh, responsif, edukatif, sehat, dan sejahtera,” ujarnya.
RSUD Brebes berharap pembenahan yang dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa RSUD Brebes adalah rumah sakit milik mereka, yang peduli, mau mendengar, dan terus berusaha memberikan yang terbaik,” pungkas Imam.
(rusmono)







Leave a Reply