
Tangerang Selatan, (Beritairn.com) – Aktivitas menuju kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang Selatan diproyeksikansemakin lancar. Memasuki awal September 2026, PemerintahKota Tangerang Selatan melalui Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) mulai mengerjakanpelebaran Jalan Maruga Raya pada segmen Puspem, yang menjadi salah satu akses penting menuju kawasan perkantoranpemerintahan.
Pelebaran jalan ini dilakukan sebagai langkah untuk menjawabkebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat sekaligusmendukung akses pelayanan publik di kawasan Puspem. Ruasyang sebelumnya terasa terbatas kini disiapkan memiliki ruangyang lebih lebar, sehingga diharapkan mampu memberikanpergerakan kendaraan yang lebih nyaman dan mendukungpenataan kawasan pusat pemerintahan yang semakinberkembang.
Kepala Dinas SDABMBK Kota Tangerang Selatan, Robbi Cahyadi, ST., MT., mengatakan pelebaran Jalan Maruga Raya bukan semata-mata pekerjaan fisik, tetapi bagian dari upayameningkatkan kualitas akses masyarakat menuju pusatpelayanan pemerintahan.
“Jalan Maruga Raya menjadi akses utama bagi masyarakat yang datang ke kantor wali kota dan kompleks perkantoran lainnya. Kemacetan yang terjadi di sini bukan hanya mengganggu waktutempuh, tetapi juga menurunkan kualitas pelayanan publik. Dengan pelebaran ini, kami ingin memastikan masyarakatnyaman dan lancar saat mengurus kebutuhan administrasi di pusat kota,” ujar Robbi.
Pekerjaan pelebaran mencakup segmen sepanjang sekitar 200 meter, mulai dari barisan ruko terakhir hingga kawasan SDN Serua. Lebar jalan yang sebelumnya sekitar 8 meter akandiperlebar menjadi sekitar 22,5 meter. Untuk pekerjaanpelebaran tersebut dialokasikan sekitar Rp5 miliar, sementarakeseluruhan nilai kontrak paket pekerjaan mencapai sekitarRp16 miliar dan mencakup pekerjaan pengaspalan padasejumlah ruas jalan lainnya.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas SDABMBK, Ahmad Fatulloh, menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut juga menjadibagian dari upaya mengamankan dan mengoptimalkan lahanyang sebelumnya telah dibebaskan untuk kebutuhanpembangunan jalan.
“Kami tidak ingin setelah lahan dibebaskan, muncul bangunan-bangunan liar yang justru akan menyulitkan proses pembangunan. Maka dari itu, kami segera merealisasikanpelebaran agar lahan tertata dengan baik dan fungsinya jelassebagai ruas jalan publik,” jelas Ahmad.
Pekerjaan fisik dijadwalkan dimulai pada awal September 2026. Pengecoran beton ditargetkan rampung pada akhir Oktober, kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan pengaspalan yang ditargetkan selesai pada November 2026. Selain pelebaranbadan jalan, pekerjaan juga mencakup pembangunan saluran air di sisi jalan serta pengaspalan area depan kawasan Waskito.
Yang tak kalah penting, akses jalan eksisting tetap diupayakanterbuka selama pekerjaan berlangsung. Dengan pola pekerjaantersebut, masyarakat masih dapat menggunakan jalan lama sementara pekerjaan pelebaran dilakukan pada sisi lahan yang tersedia.
“Kami pahami masyarakat tetap membutuhkan akses ke pusatpemerintahan. Makanya kami upayakan pekerjaan tidakmenghambat aktivitas warga. Jalan lama tetap kami fungsikan, sementara pelebaran kami kerjakan di sisi yang masih kosong,” tambah Ahmad.
Pelebaran Jalan Maruga Raya diharapkan tidak hanya membantumengurai kepadatan lalu lintas, tetapi juga memperkuatkonektivitas kawasan Puspem yang terus berkembang. Infrastruktur jalan yang lebih memadai diperlukan untukmendukung aktivitas masyarakat, aparatur pemerintahan, maupun pengguna jalan yang setiap hari beraktivitas di kawasantersebut.
Dengan lebar jalan yang direncanakan mencapai sekitar 22,5 meter, kapasitas ruang jalan akan menjadi lebih besardibandingkan kondisi sebelumnya. Penataan ini juga membukapeluang terciptanya ruang jalan yang lebih representatif danmendukung fasilitas pendukung bagi pengguna kawasan.
Robbi mengajak masyarakat dan seluruh pihak yang beraktivitasdi sekitar Puspem untuk turut mendukung proses pembangunan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidakhanya ditentukan oleh pekerjaan pemerintah, tetapi juga olehkepedulian masyarakat dalam menjaga dan memanfaatkan hasilpembangunan secara bersama-sama.
“Kami mengerjakan ini untuk kepentingan publik. Masyarakat, pengguna jalan, dan para pemangku kepentingan di kawasanPuspem kami harapkan dapat mendukung kelancaran proyek ini. Mari kita rawat bersama hasil pembangunan agar manfaatnyabisa dirasakan dalam jangka panjang,” pungkasnya.
Pelebaran Jalan Maruga Raya menjadi salah satu langkahPemerintah Kota Tangerang Selatan dalam menyiapkaninfrastruktur yang mengikuti perkembangan kota. Dari jalanyang sebelumnya terbatas, kini disiapkan ruang yang lebih legauntuk menunjang mobilitas dan pelayanan publik.
Penataan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintahmenyesuaikan kapasitas infrastruktur dengan aktivitas kawasanpemerintahan yang terus berkembang. Dengan akses yang lebihlebar dan tertata, mobilitas masyarakat diharapkan semakinlancar, terutama bagi warga yang datang untuk mendapatkanpelayanan publik.
Pada akhirnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya diukurdari seberapa besar perubahan fisiknya, tetapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Jalan yang lebih lebar diharapkanmenjadi bagian dari perjalanan menuju pelayanan publik yang lebih mudah, nyaman, dan terhubung.





Leave a Reply