
SEMARANG – Pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan bantuan berupa logistik dan kebutuhan dasar. Kondisi psikologis masyarakat yang terdampak juga menjadi perhatian penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman.
Hal tersebut dilakukan Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah selama dua hari di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu–Kamis (19–20/8/2026).
Tim yang terdiri dari personel psikolog kepolisian dan Biro SDM Polda Jateng tersebut memberikan pendampingan psikologis kepada sedikitnya 243 warga di sejumlah lokasi terdampak gempa di Kecamatan Komodo.
Pada hari pertama, Rabu (19/8), tim mendatangi warga di Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, tepatnya di Pulau Seraya Besar. Sebanyak 157 warga mengikuti kegiatan pendampingan yang dikemas secara interaktif dan humanis.
Pendampingan tidak dilakukan dalam suasana formal. Warga diberikan ruang untuk berinteraksi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai perasaan yang muncul setelah menghadapi bencana gempa.
Kegiatan kemudian dilanjutkan pada Kamis (20/8) di dua lokasi, yakni Pos Bencana Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas dan Kampung Gorontalo, Desa Gorontalo.
Sebanyak 10 warga mengikuti pendampingan di lokasi pertama, sementara 76 warga mengikuti kegiatan di lokasi kedua.
Dalam pendampingan tersebut, tim membuka ruang komunikasi dengan masyarakat, mendengarkan pengalaman warga, memberikan dukungan emosional, serta mengenalkan sejumlah teknik relaksasi sederhana yang dapat dilakukan ketika muncul rasa cemas maupun tekanan psikologis.
Pendekatan yang digunakan juga mengedepankan interaksi langsung. Personel kepolisian berupaya hadir sebagai teman berbicara bagi warga, bukan sekadar memberikan arahan.
Kegiatan diisi dengan sharing session dan berbagai interaksi bersama masyarakat. Sarana kontak juga diberikan agar komunikasi dan dukungan dapat tetap terhubung ketika masyarakat membutuhkan pendampingan.
Tim Trauma Healing Polda Jateng terdiri dari Ipda Putri Agustina, Psikolog Kepolisian Tk. I Bagpsi Ro SDM Polda Jateng, bersama Briptu Bagoes Hendra K. dan Briptu Narulita Dian H.
Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan jajaran Polres Manggarai Barat, khususnya Polsek Komodo.
Pemulihan Psikologis Jadi Bagian Penanganan Pascabencana
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, kehadiran Tim Trauma Healing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak psikologis setelah bencana.
Menurutnya, gempa yang telah berlalu tidak selalu membuat rasa takut dan kecemasan masyarakat langsung menghilang.
“Gempa memang sudah berlalu, tetapi rasa takut dan kecemasan yang ditinggalkan tidak selalu hilang begitu saja. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi dan melewati masa sulit ini,” ujar Yuliyanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (21/8/2026).
Ia menambahkan, penanganan masyarakat terdampak bencana perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain memenuhi kebutuhan dasar, dukungan psikologis diperlukan agar masyarakat dapat kembali membangun rasa aman dan kepercayaan diri.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya mengenai rumah, kebutuhan pokok, atau fasilitas yang rusak. Kondisi psikologis masyarakat juga menjadi bagian penting agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan,” katanya.
Yuliyanto berharap pendampingan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Manggarai Barat dalam melewati masa pemulihan.
“Semoga kehadiran kami dapat membantu mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman, dan menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit. Setelah bencana, kehidupan harus terus berjalan dan kami ingin masyarakat memiliki kekuatan untuk menata kembali kehidupan mereka,” pungkasnya.
(Red/Jateng)







Leave a Reply