Bandung, (beritairn.com) – Pertumbuhan ekonomi Jabar pada triwulan III masih terkontraksi alias minus. Namun terlihat ada optimisme karena sejumlah sektor ekonomi mulai menggeliat kembali.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (Kpw BI) Jabar Herawanto menyebutkan ada sejumlah steategis yang dapat dilakukan untuk memulihkan ekonomi Jabar.
“Pertama adalah terus menggaungkan semangat positifisme atau positif mindset kepada masyarakat. Sampaikan kabar positif kepada masyarakat agar muncul optimisme ditengah pandemi,” ujarnya dalam acara Media Update Q-III terkait kondisi ekonomi Jabar terkini, kerjasama OJK dan BI.
Pemprov Jabar juga harus menjaga keberimbangan pasar, mempertemukan antara konsumen dan produsen yang pada awal pandemi samgat terganggu. Harus menjaga kelancaran distribusi barang dan jasa.
Untuk itu diperlukan sejumlah kebijakan yang mampu mendorong bergairahnya kembali sektor usaha agar pekerja kembali memiliki penghasilan dan memastikan bansos tepat sasaran.
“Digitalisasi usaha kini menjadi kebutuhan,maka harus memulai, khususnya sektor UMKM,” tegasnya.
Lalu seberapa cepat pemulihan ini bisa dilalukan? Herawanto mengatakan hal itu pun bergantung dari faktor dalam dan luar negeri. Terpilihnya presiden baru AS diharapkan akan menghentikan perang dagang AS dengan China sehingga Ekspor ke kedua negara akan pulih kembali. Ia optimistis faktor dalam negeri khususnya di Jabar saat ini masih sangat bagus.
Sementara itu Kepala OJK Jabar Indarto Budiwitono menyebutkan sejumlah indikasi mulai adanya perbaikan ekonomi dari sektor keuangan.
Disebutkan, kinerja perbankan di Jabar tetap tumbuh dimana asset mengalami peningkatan 7,1 persen selama Januari hingga September 2020 atau tumbuh 7,52 persen secara year on year. Kemudian DPK pun tumbuh cukup signifikan yakni 7,5 persen atau dana simpanan masyarakat di perbankan dan lembaga keuangan di Jabar mencapai Rp558 triliun.
“Masyarakat masih percaya untuk menyimpan dana di bank, namun disisi lain kredit justru menurun. Sejumlah upaya kami lakukan agar perbankan kembali menggelontorkan pembiayaan, khususnya untuk pemulihan ekonomi nasional,” tegasnya.



