Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Unjuk rasa Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI/Polri (KB FKPPI) yang harusnya digelar Senin (11/7/22) pagi, ternyata dibatalkan.

Saat dikonfirmasi melalui panggilan WhatsApp, Agus Asnawi selaku Ketua KB FKPPI mengungkapkan bahwa pembatalan aksi demo tersebut lantaran pihak sekolah sudah mengakomodir atau memenuhi tuntutan calon pendemo.

“Harusnya demo digelar pagi ini (08.00 WIB), tapi pihak sekolah sudah mengakomodir kita. Calon siswa sudah diterima oleh pihak SMAN 6 Tangsel,” ucapnya.

Awalnya, ucap Asnawi, pihak SMAN 6 Tangsel tidak bersedia menerima calon siswa yang diajukan KB FKPPI Tangsel, dengan alasan tidak ada rekomendasi dari Komisi V DPRD Provinsi Banten.

“Itu calon siswa keluarga saya, segala jalur sudah ditempuh, nilai nya bagus, rumah nya gak jauh dari sekolah, masa gak diterima. Kata panitia, kalau mau diterima harus ada rekomendasi dari Komisi V DPRD Provinsi Banten,” ungkapnya.

Dari alasan itu, lanjut Asnawi, dirinya langsung menemui ketua komisi V dari Frasksi PDIP.

Namun saat ditemui, jelas Asnawai, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten tidak bisa intervensi atau mencampuri urusan pendaftaran siswa baru ke sekolah.

“Makanya, saya berencana mau demo karena diduga ada indikasi permainan di SMAN 6,” tukasnya.

Informasi unjuk rasa SMAN 3 dan SMAN 6 yang harusnya digelar KB FKPPI sendiri sudah terdengar dari pekan kemarin, melalui surat pemberitahuan aksi yang ditujukan ke kapolres Tangsel tertanggal 05 Juli 2022 yang diajukan FKPPI Cabang Tangsel dan ditandatangani Ketua Agus Asnawai dan Sekretaris Nurandra telah beredar di grup-grup WhatsApp (WA) Tangsel dan Banten.

Di dalam surat tersebut dicantumkan, mereka akan melakukan aksi demo di SMAN 3 dan SMAN 6 Tangsel pada Senin pagi pukul 08.00 WIB, tanggal 11 Juli 2022 karena sekolah yang dipimpin Aan dan Neneng itu diduga terdapat beberapa indikasi penyimpangan dan temuan.

Temuan pertama seperti dikutip surat tersebut adalah adanya indikasi permainan penerimaan peserta murid baru di SMAN 3 dan SMAN 6 Kota Tangsel (dibuktikan dengan percakapan WA).

Lalu, temuan ke-2, kepala sekolah SMAN 3 dan SMAN 6 Tangsel tidak dapat ditemui untuk dimintai konfirmasi. Kemudian, temuan ke-3, banyak keluhan dari para orang tua peserta didik baru yang tidak ditanggapi oleh kepala sekolah.(red)