
Ketapang, (beritairn.com) – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia digelar Pemerintah Kabupaten Ketapang (Pemkab), bertempat di Halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Alexander Wilyo Bupati Ketapang bertindak sebagai inspektur upacara. Ketua DPRD Kabupaten Ketapang H. Achmad Sholeh bertugas membacakan Naskah Proklamasi dan Komandan Upacara dijabat Kasikum Polres Ketapang AKP Hasonangan Lubis.
Pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) bersama personel TNI dan Polri.

Upacara turut dihadiri Wakil Bupati Ketapang, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kapolres Ketapang, Dandim 1203 Ketapang, Danlanal Ketapang, Ketua Pengadilan Negeri Ketapang, anggota DPRD Kabupaten Ketapang, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan unsur masyarakat lainnya.
Dalam amanatnya, Alexander Wilyo mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, tetapi momentum untuk merefleksikan perjalanan sejarah bangsa sekaligus memperkuat komitmen menjaga kedaulatan, persatuan, dan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, semangat kemerdekaan di Kabupaten Ketapang juga tercermin melalui kearifan lokal, seperti gotong royong, keharmonisan antaretnis, serta semangat bersama dalam membangun daerah.
“Semangat kebangsaan harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan hingga ke tingkat desa, sehingga desa menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan dan kemajuan daerah,” ucap Alexander.

Dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan tersebut, Pemkab Ketapang juga menyerahkan Surat Keputusan (SK) remisi kepada narapidana dan anak binaan. Pemberian remisi diharapkan menjadi bentuk penghargaan sekaligus kesempatan bagi penerima untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Pemkab Ketapang turut memberikan penghargaan kepada sejumlah desa yang dinilai berprestasi dalam mendorong inovasi dan pembangunan daerah.
Desa Kalinilam, Kecamatan Delta Pawan, meraih juara pertama tingkat kabupaten dan provinsi. Desa Mekarjaya, Kecamatan Sei Melayu Rayak, meraih juara kedua, sedangkan Desa Baru, Kecamatan Benua Kayong, meraih juara ketiga. Adapun Desa Rangkung, Kecamatan Marau, meraih kategori prestasi.
Penghargaan tersebut diharapkan mendorong pemerintah desa untuk terus berinovasi dan memperkuat peran dalam mewujudkan pembangunan yang mandiri dan berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ketapang bersama para pemuka agama.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk ikhtiar dan harapan agar Kabupaten Ketapang segera mendapatkan hujan untuk mengakhiri kemarau dan kekeringan, sekaligus membantu mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


