
Ketapang, (beritairn.com) – Rapat Penanganan situasi,kondisi bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla )di kabupaten Ketapang Kalimantan Barat dinaikkan dari siaga menjadi tanggap darurat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) diruang Rapat Utama Kantor Bupati jalan Jendral Sudirman.
Rapat dihadiri Semua Unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang,Para Camat,dan Para Kepala Desa se Kabupaten Ketapang Secara Daring Dengan Mengambil Keputusan Kondisi Karhutla di Ketapang Kian Hari Kian Memburuk Apalagi Telah Melanda 15 dari 20 kecamatan, Sementara Di sisi lain,Kualitas Udara Semakin memburuk, Serta Kasus ISPA Meningkat,Juga beberapa wilayah Mengalami Krisis Air Bersih.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo Memaparkan, Perubahan Status ini Selalu Diikuti Dengan Perubahan Pola Penanganan Karhutla.
Bupati Meminta, Dukungan Personel Penanganan Karhutla dari TNI , Brimob dan semua Stakeholder juga Bantuan Personel dari luar Kalimantan,Serta Kita Memohon Tambahan Intensitas Water Bombing di Ketapang Ditingkatkan.
Sementara ini,Dua Helikopter Bantuan BNPB telah Berada di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Satu Digunakan Untuk Water Bombing dan Satu Lainnya Untuk Survei.
Lanjutnya Operasi Udara juga Menghadapi Persoalan Lain, Seperti Tersedianya Bahan Bakar Avtur.
Alex Juga Memohon kiranya Pertamina Memberikan Dukungan Khusus Menjamin Ketersediaan Avtur.
Karena Percuma juga Apabila nanti Helikopter Water Bombing Sudah Ada,Sementara Avtur tidak tersedia.
Lebih lanjut Udara Saat ini Semakin Hari Semakin Memburuk,Hingga Kasus ISPA (Inpeksi Saluran Pernafasan Akut) mencapai 803.
Bupati Meminta Masyarakat Menggunakan Masker Ketika Beraktivitas Diluar Rumah juga Meminta Warga Mengurangi Perjalanan ke Wilayah Yang Terdampak Asap Karhutla.
Maka Dengan Status Tanggap darurat ini, Diharapkan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat Untuk Mengerahkan Sumber daya Pemadaman Karhutla di Kabupaten Ketapang Dengan Cepat.(Red)






Leave a Reply