Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Tangerang Selatan (Tangsel), Dadang Sopyan berpenampilan tak biasa pada sidang istimewa hari ulang tahun (HUT) ke-11 Tangsel.
Hadir ke ruang paripurna gedung DPRD Tangsel, Dadang mengenakan pakaian adat Baduy, Selasa (26/11).
Dadang memakai ikat kepala putih, baju putih polos dan kain putih yang dilingkarkan seperti rok, juga berwarna putih.
Tak hanya itu, Dadang juga tidak memakai alas kaki, sandal ataupun sepatu, seperti laiknya orang Baduy sungguhan.
Di antara para pejabat lain yang kebanyakan menggunakan pakaian adat Betawi atau Jawa, hanya Dadang yang mengenakan pakaian Baduy.
“Tadi kan upacara, upacara itu diinstruksikan oleh pimpinan dalam hal ini wali kota, dalam rangka ulang tahun Tangsel yang ke-11. Untuk eseleon 2, Forkompimda pakaiannya adat daerah,” ujar Dadang.
Dadang sendiri memilih memakai pakaian khas wilayah yang ada di Provinsi Banten itu untuk mengenalkan potensi wisata Baduy.
“Baduy itu kan etnis yang ada di Provinsi Banten. Kemudian di Baduy juga sebenarnya tujuan wisata yang bisa menjadi destinasi wisata,” jelasnya.
Sementara, ditanya mengenai nyeker alias tidak menggunakan alas kaki, Dadang justru mengatakan kalau hal itu bisa membuatnya lebih sehat.
“Emang Baduy enggak pakai sendal. Mungkin kita bisa lebih sehat ya, karena kaki kita tanpa alas, bisa lebih sehat,” jelasnya.



