DPRD Gelar Rapat Paripurna Dalam Rangka HUT Kota Tangerang Selatan Ke 11 Tahun

0
394

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – DPRD Kota Tangerang Selatan mengadakan Sidang Paripurna Dalam Rangka HUT Kota Tangsel yang ke -11 bertempat di Gedung DPRD, jalan Raya Puspitek Serpong Kelurahan Setu Kecamatab Setu Kota Tangerang Selatan,Selasa (26/11).

 

Sidang Paripurna dihadiri oleh Al-Muktabar Sekda Provinsi Banten , Hj. Airin Rachmi Diany, SH. MH Walikota Tangsel , Drs. H. Benyamin Davnie Wakil Walikota Tangsel , Kompol Didik Putro Kuncoro Wakapolres Tangsel , Kapten Inf Dahlan Danramil 05/Cpt , Kapten Arh Ansari Wadan Yon Arhanud 1 Kostrad , H. Abdul Rasyid Ketua DPRD Kota Tangsel , Iwan Rahayu Wakil Ketua I DPRD Kota Tangsel , Li claudia Chandra Wakil Ketua II DPRD Kota Tangsel , Mustofa Wakil Ketua III DPRD Kota Tangsel , Dr. Rahmat Salam Asda I Kota Tangsel/Plt. Kakesbang Tangsel , H. Muhamad Sekda Kota Tangsel , Bima Suprayoga, S. Kum Kajari Kota Tangsel , Hj. Mursinah , Kasatpol PP Kota Tangsel , Drs. H. Abdul Rojak Kepala Kemenag Tangsel , Ir. Sri Setiawati, MA Kepala Puspiptek Serpong , Jajaran Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan , Jajaran Camat se-Tangerang Selatan , Jajaran OPD Kota Tangerang Selatan , Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Organisasi Masyarakat Kota Tangerang Selatan.

 

Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, H. Abdul Rasyid menyampaikan, ” Kami atas nama Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan mengucapkaan terima kasih kepada para pejabat pemerintahan yang sudah hadir ditempat ini dan membantu jalannya pemerintahan Kota Tangerang Selatan, dengan mengucapkan Bismilahirahmanirahim Paripurna Dalam Rangka HUT Kota Tangerang Selatan Ke 11 Tahun secara resmi acara ini saya buka dan terbuka untuk umum, Perlu bapak dan ibu ketahui bahwa Kota Tangerang Selatan terdiri dari 7 Kecamatan sesuai dengan No 28 tahuh 2006 tentang persetujuan pembentukan Kota Tangerang Selatan dan Perihal usulan pembentukan Kota Tangerang Selatan, seperti yang sudah disampaikan dalam rapat pada tanggal 20 Oktober 2008 tentang pembentukan Kota Tangerang Selatan dan juga sesuai peraturan Provinsi Banten dan Peraturan Daerah tentang hari jadi Kota Tangerang Selatan, dengan terbentuknya Kota Tangerang Selatan sebagai daerah otonom kita bisa menjadi kota yang mandiri,” Ucap H. Abdul Rasyid Ketua DPRD Kota Tangsel

Sementara Suryadi Ni’an, Tokoh Masyarakat Kota Tangerang Selatan mengatakan, ” Tujuan pemekaran adalah bagaimana memotong jalan agar bisa jalan dari arah cisauk ke Tangerang, jadi jangan dibodohi masyarakat dengan iming – iming duit, kemudian dibentuk bakor cipasera yang dibantu oleh Pak Benyamin, makanya kita duduk bersama di ruangan ini, pelayanan Tangerang Selatan sudah cukup tapi pembangunannya masih belum merata dirasakan oleh masyarakat Tangerang Selatan, Sebelum ada Polres tangerang selatan perjalanan terasa sulit tapi setelah ada Polres Tangsel jalan jadi semakin enak , Sekarang Ketua DPRD nya sudah baru mari kita bicara secara musyawarah bersama dalam memajukan kota Tangerang Selatan,” kata Suryadi.

Suryadi Ni’an menambahkan “sekarang ini tokoh – tokoh tangsel sudah pada tua dulunya merekalah yang memperjuangkan pemekaran kota kita ini, bagaimana pembangunan agar menjadi lebih baik dan berharap kota Tangsel tetap kondusif dalam segala hal dan semoga kota tangsel menjadi lebih baik,” imbuhnya.

Hj. Airin Rachmi Diany Walikota Tangerang Selatan  memaparkan, “Tepat 11 tahun Kota Tangerang Selatan menjadi kota yang mandiri, saya ucapkan terima kasih bagi semua pihak yang sudah bergabung dalam membangun Kota Tangsel, setiap tahapan atau fase bisa dijadikan instrumen dalam tantangan prioritas pembangunan, dalam membangun tidak akan mengenal tahap akhir dan tidak akan mengenal berhenti, Kita bersama sekarang sedang berada di jaman globalisasi dan mau atau tidak mau akan menuntut kita agar lebih baik lagi, bagaimana kita bisa menjadi inovatif, inspiratif dalam membangun Tangsel kedepannya,” kata Airin

Walikota  mengajak kita bersama-sama membangun Tangsel lebih inovatif dan persektif, “Selama 11 tahun ini tentunya kita di tuntut untuk lebih baik lagi kedepannya, saya sampaikan afresiasi yang setinggi -tingginya kepada para tokoh agama, alim ulama, tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat yg sudah bekerjasama dengan baik,” ajaknya.

Airin menyampaikan ucapaan terima kasih

“Saya  ucapaan terimakasih kepada seluruh jajaran Forkopinda yang sudah membangun kota Tangsel selama ini, Dan kita sudah punya rencana akan memindahkan Korem dari Karawaci ke wilayah BSD, kerjasama dan kolaborasi sudah bisa dilihat dikota Tangsel, tujuan akhir bagaimana kita dapat membangun lebih baik dan menjadikan masyarakatnya semakin sejahtera, apakah kita sudah berjalan sesuai target dan ketentuan yang berlaku , PR kita bersama adalah bagaimana tingkat kesehatan masyarakat menjadi lebih baik dari 1,6 persen menjadi 6 persen, tantangan kita kedepan adalah tingginya pertambahan penduduk bukan dari angka kelahiran penduduk akan tetapi adanya urbanisasi dari kota lain. Kita harus terus melakukan pembangunan terutama di bidang pendidikan agar kota Tangerang selatan menjadi lebih cerdas dalam membangun rumah kita Kota Tangerang Selatan yang sesuai dengan slogannya cerdas, modern dan religius,” terangnya.

“Sekali lagi saya sampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Kota Tangerang Selatan, semoga langkah kita selalu mendapatkan hidayah dari ALLAH SWT,” tutupnya.

Dr. Al-Muktabar, MSc, Sekertaris Daerah Provinsi Banten menyampaikan, “Salam dari Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur buat kita semua karena beliau belum bisa hadir bersama kita semua, dihari jadi kota Tangsel yang ke 11 ini kita maknai sebagai langkah awal kita dalam memajukan Kota Tangsel. Bangsa ini membutuhkan dasar value dalam mencapai sasaran itu, Banten memberikan apresiasi atas capaian yang diperoleh kota Tangsel, Tangsel mendapatkan predikat No 1 dan ini membanggakan kita semua dan tentunya itu jangan menjadikan kita berbangga Diri,” katanya.

Oleh karenya bila ingin berumur panjang tinggalah di kota tangerang Selatan.

“Dengan kondisifitas di tangsel kita diingatkan oleh Pak Presiden agar tidak terjadi gangguan di stabilitas pembangunan, kita sekarang sedang me-review kebijakan kebijakan pembangunan, bisa jadi kondisi ini berbanding terbalik dengan yang sekarang kita jalankan, oleh karena itu kita tentu untuk melakukan langkah – langkah bumi Gus low tersebut, kita harus bisa maju dengan langkah langkah yang bagus,” pungkasnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here