Diduga Kepsek di Tangsel Diwajibkan Terima Titipan Dewan dalam SPMB

0
472
Foto: Gambar Ilustrasi
Foto: Gambar Ilustrasi

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Sebuah rekaman beredar hingga membuat heboh dunia pendidikan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dalam rekaman, terkonfirmasi seorang Kepala Sekolah SMP Negeri di Tangsel tengah menjelaskan soal adanya arahan memprioritaskan siswa titipan jalur belakang dari anggota DPRD dalam Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) tahun ini.

“Itu kan ada tambahan dari dewan, ada 6 (siswa), karena kan kata Pak N harus dimasukin kalau titipan dewan,” tegas Kepsek kepada lawan bicaranya yang tengah memprotes transparansi penerimaan siswa baru di sekolah itu.

Diduga oknum berinisial N yang memberi arahan itu diketahui merupakan pejabat pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbu) Kota Tangsel. N diduga memasilitasi oknum legislator yang menitipkan calon-calon siswa ke sejumlah sekolah negeri.

“Ya kan disuruh Pak N, harus dimasukin,” sambung Kepsek tersebut.

Dugaan maraknya siswa titipan dari oknum legislator itu hampir terjadi di sejumlah sekolah negeri favorit. Pihak sekolah bahkan mengaku kewalahan, sebab kuota yang dititipkan cukup banyak hingga lebih dari 10 kursi.

Hingga saat ini, baik Kepsek maupun oknum dinas berinisial N tak bisa dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Realitas itu telah mencoreng proses transparansi SPMB yang mengusung prinsip transparan, objektif, berkeadilan, akuntabel, dan tidak diskriminatif.

Sementara, Ketua Komis II DPRD Kota Tangsel, Ricky Yuanda Bastian, memastikan akan menyelidiki kebenaran rekaman itu. Jika terbukti benar, maka pihaknya akan segera mengevaluasi dinas terkait.

“Nanti kami juga akan melakukan evaluasi terhadap Dinas Pendidikan terkait pelaksanaan SPMB,” ucapnya terpisah.

Dia membeberkan, praktik tak sehat dalam pelaksanaan SPMB tahun ini memang tengah menjadi sorotan publik. Kata dia, Komisi II tengah menyelidiki informasi lainnya, yakni soal jual-beli bangku yang dilakukan pihak sekolah.

“Banyak laporan yang masuk ke DPRD dan langsung disampaikan kepada saya mengenai dugaan praktik jual beli kursi yang dilakukan oleh pihak sekolah,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here