Stop Kekerasan Terhadap Wartawan

0
378

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Terjadi lagi kekerasan terhadap Wartawan di Kota Tangerang Selatan, kejadian tersebut dialami oleh Danang Wartawan Tangsel.

 

Kronologis kejadian Danang mendapatkan informasi adanya kegiatan serah terima jabatan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) yang dilaksanakan pada hari Jum’at (19/02/2021) pukul 19.00 WIB. Sekitar pukul 20.00 WIB.

 

Setibanya di kantor Kejari di gerbang pintu masuk yang dijaga ketat oleh petugas keamanan saya diberhentikan, petugas menanyakan maksud dan tujuan saya.

 

“Ijin saya wartawan dan  informasinya ada giat serah terima jabatan Kepala Kejari? Oh sudah tadi siang itu, jawab petugas,” ujar Danang

 

Lanjut Danang mengatakan, berarti yang sekarang acara lepas sambutnya, saya ijin masuk ia pak, namun petugas melarang saya masuk.

 

“Belum ada perintah dari dalam, ucap petugas kepada saya,” terangnya.

 

Danang memutuskan untuk menunggu tepat di pelataran depan gerbang pintu keluar, dari pantauan  terlihat, kondisi gerbang pintu masuk mau pun keluar selalu dalam kondisi tertutup dengan penjagaan petugas keamanan gerbang terbuka bilamana diperkenankan oleh petugas.

 

Tidak berselang lama, entah mungkin mendapatkan laporan dari petugas keamanan perihal kehadiran saya. Seorang pegawai datang menghampiri dan kami pun berbincang-bincang hingga saling memperkenalkan diri.

 

“Ia adalah Viktor, sebagai Kasupsi Prosarin. Hingga akhirnya sekitar pukul 21.15 WIB dirinya kembali kedalam,” ucapnya.

 

“Iya beberapa kali saya mendokumentasikan situasi yang ada dengan camera handphone, dan saya pun menyadari jika apa yang saya lakukan selalu ada yg mengawasi. Namun saya cuek, toh saya tidak melakukan kejahatan,” katanya.

 

Sekitar pukul 21.30 WIB Danang kembali didatangi seseorang pegawai. Ia sama persis apa yang diperbincangkan dari yang sebelumnya mendatangi saya.

 

“Biasalah perbincangan – perbincangan standar pada umumnya ketika orang dengan profesi yang berbeda berkomunikasi,”imbuhnya.

 

Sebelum pergi pria yang mengaku bernama Dinata, sempat mengajak ngopi.dan Danang pun menolak dan lebih memilih untuk tetap di lokasi.

 

Dan Danang juga sempat berkomunikasi dan ngobrol dengan beberapa orang yang dikenal.

 

Tepat pukul 23.15 WIB, kondisi saat itu hujan mulai turun dan keberadaan sejumlah orang yang datang menghadiri acara tersebut terlihat mulai keluar dari dalam. Dan gerbang pintu keluar pun yang sebelumnya tertutup akhirnya dibuka oleh petugas.

 

Satu persatu kendaraan roda empat pun pergi meninggalkan lokasi dan walau ada beberapa kendaraan yang diketahui merupakan pejabat di lingkup Pemkot Tangsel.

 

Hujan yang semakin deras, akhirnya ia melangkah kedalam berniat mencari tempat atau numpang untuk berteduh, namun sangat disayangkan, baru sekitar 5 meter dari gerbang pintu keluar langkah kaki saya terhenti.

 

“Sejumlah petugas keamanan dari arah pos berteriak sambil berlari dan langsung memperlakukan saya dengan cara yang tidak pantas,” paparnya.

 

“Saya pun pasrah tanpa perlawanan hanya dapat berteriak minta tolong, dan teriakan saya terhenti seketika saat lengan petugas dari arah belakang mencekik leher saya” katanya.

 

Smpat ada yang mencoba meterai, namun Tak berhasil karna kelakuan petugas keamanan ini sudah keterlaluan.

 

“Saya bagaikan seorang penjahat berbahaya saja. Dengan kondisi badan yang sulit untuk dapat berontak, akhirnya saya digiring ke Polres Tangsel yang lokasinya bersebelahan,” tungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here