PB Angkasa Raya Siap Kirim Peserta Didik Ikut Pelatnas

0
150

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Berawal dari kejuaraan lingkup universitas, guru SD Negeri Bambu Apus 2, Kecamatan Pamulang,Kota Tangerang Selatan membentuk Pelatihan Bulutangkis (PB) Angkasa Raya sejak 2018 lalu.

Pemilik klub PB Angkasa Raya, Harry Dwi Saputra mengatakan, bahwa klub yang dibangunnya sudah membuka sembilan cabang pelatihan.

“Kalau Angkasa Raya itu ada sembilan cabang, ada di Bogor, di Ciputat, di Pamulang ada,” ungkap Harry.

Di PB Angkasa Raya ini, kata Harry, memiliki kelas-kelas tersendiri dalam pelatihan, yang dibagi berdasarkan kemampuan.

Harry menambahkan, pada akhir tahun lalu, dirinya baru membuka kelas beasiswa teruntuk para peserta yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata peserta lainnya.

“Jadi, di PB Angkasa Raya ini dibagi tiga. Ada kelas dasar, menengah, dan kelas utama. Tapi, akhir tahun kemarin kita buka kelas utama khusus yang mendapatkan beasiswa” katanya.

Harry juga menyampaikan, PB Angkasa Raya membuka kelas beasiswa teruntuk orang-orang yang tidak mampu, seperti anak yatim.

“Tapi, mau bekerja keras untuk jadi yang terbaik dalam bulutangkis,” tegasnya.

Peserta didik, kata Harry, harus mengikuti pelatihan selama tiga tahun, untuk sampai pada jenjang teratas di kelas PB Angkasa Raya.

Lebih lanjut Harry menjelaskan, peserta didik yang mengikuti kejuaraan, PB Angkasa Raya tidak akan memungut biaya apapun, alias gratis.

“Itu semua apresiasi klub untuk atlet yang sudah bagus,” jelasnya.

Harry berharap, dapat menemukan bibit pemain bulutangkis muda lainnya, yang memiliki bakat istimewa dalam kelas beasiswa nya.

“Mereka adalah atlet-atlet yang kami bina agar kedepannya bisa mengharumkan nama Indonesia,” pungkasnya.

Harry menyampaikan harapannya, agar Pemerintah Kota bisa bersimpati pada para atlet, khususnya klub bulutangkis, dan kedepan Pemerintah Kota membuat kejuaraan bulutangkis tingkat kota/kabupaten guna melihat perkembangan para atlet di masing-masing pelatihan bulutangkis.

Sementara, pelatih PB Angkasa Raya, Gunawan menjelaskan, pelatihan di klub ini dilaksanakan tiga hari dalam seminggu.

“Rabu kita latihan fisik, Sabtu itu teknis seperti dribbling dan pola main, Minggu mereka bermain full,” imbuhnya.

Gunawan menyebutkan, PB Angkasa Raya saat ini mempunyai banyak bibit atlet. Namun, menjadi atlet yang professional harus diperhatikan faktor-faktor yang menentukan.

Pertama, Sumber Daya Manusia (SDM), dukungan orangtua, dukungan klub, dukungan pelatih, dan kemauan dari atlet.

“Jadi semua komponen ini harus saling menunjang, karena kalau atlit nya mau, tapi orangtua nya tidak serius, tidak akan jadi,” paparnya.

Sebagai pelatih, Gunawan memiliki tujuan besar untuk menjadikan peserta didiknya menjadi yang terbaik.

Salah satu tujuan Gunawan adalah membawa peserta didiknya mengikuti pelatihan nasional (pelatnas) pada tahun 2022 ini.

“Waktu saya dan 60 pelatih seluruh Indonesia mengikuti Badminton World Federation (BWF), PR nya minimal mengirim satu atlet ke pelatnas. Mudah-mudahan tahun ini bisa terealisasi,” tuturnya.

Perlu di ketahui, belum lama ini PB Angkasa Raya mengirim peserta didiknya, untuk mengikuti kejuaraan bulutangkis pelajar se-Kota Bogor. Pasalnya, kejuaraan tersebut diadakan oleh Kadispora Kota Bogor.

Peserta didik dari kelas utama PB Angkasa Raya, Kamelia Stifani memenangkan juara ke-2 di tingkat kelas 4-6 SD tunggal putri.

Selain itu, Junior Saktiawan dari kelas menengah yang juga mengikuti perlombaan di Kota Bogor pada Senin (10/01/2022), mengalami kekalahan saat bertanding.

Namun, kesedihannya terkubur ketika dirinya mengingat pernah memenangkan juara ke-1 saat mengikuti perlombaan HUT PB Angkasa Raya di tahun 2021 lalu. (Eno/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here