Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pembangunan UIN Jakarta di kancah internasional.
Empat siswa MTs Pembangunan UIN Jakarta berhasil membawa pulang dua penghargaan dalam World Robotic Center Competition 4.0 yang digelar di Universiti Putra Malaysia (UPM), Malaysia.
Tim robotik MTs Pembangunan UIN Jakarta sukses meraih Juara 2 kategori Robot Sumo dan Juara 3 kategori Robot Kreatif dalam kompetisi yang diikuti peserta dari sejumlah negara.
Empat siswa yang tergabung dalam tim tersebut yakni Arsyad Satriaji Nugroho dan Khalid Mikosetiyo Tanjung dari kelas 8F, Arya Hanif Muftiza dari kelas 9E, serta Yoshiki Umar Mikosetiyo dari kelas 9F.
Pelatih Tim Robotik MTs Pembangunan UIN Jakarta, Muhammad Zhafran Athofani, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang dan persiapan yang dilakukan secara serius.
Sebelum berlaga di Malaysia, tim terlebih dahulu mengikuti kompetisi robotik tingkat nasional di Bandung pada April 2026. Dalam kompetisi tersebut, mereka berhasil meraih juara pertama hingga kemudian mendapatkan undangan untuk melanjutkan kompetisi di tingkat internasional.
“Awalnya kita menang kejuaraan tingkat nasional di Bandung pada bulan April lalu. Terus kita diundang untuk melanjutkan kompetisinya tingkat internasional di Malaysia, tepatnya di UPM,” ujar Zhafran.
Latihan hingga Malam Saat Libur Sekolah
Persiapan menghadapi kompetisi internasional tersebut dilakukan selama sekitar dua bulan. Bahkan, waktu libur sekolah dimanfaatkan para siswa untuk berlatih sekaligus menyempurnakan robot yang akan digunakan dalam perlombaan.
“Selama anak-anak libur sekolah kita sudah lakukan persiapan. Biasanya dari siang sudah ke sekolah, latihan sampai malam,” katanya.
Dalam kompetisi tersebut, peserta bertanding dalam sejumlah kategori, di antaranya Robot Kreatif, Robot Sumo, Robot Soccer, dan Robot Transporter.
Persaingan berlangsung ketat karena kompetisi diikuti peserta dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Singapura, Hong Kong, hingga Taiwan.
Robot Jamu Otomatis Berbasis AI
Salah satu inovasi yang menarik perhatian hadir melalui kategori Robot Kreatif. Tim MTs Pembangunan UIN Jakarta menghadirkan robot yang mampu membuat jamu secara otomatis berdasarkan keluhan atau kebutuhan pengguna.
“Robot yang kita buat masuk kategori kreatif. Kita membuat robot untuk membuat jamu secara otomatis, tetapi sesuai dengan keluhan dari penggunanya,” jelas Zhafran.
Robot tersebut dikembangkan dengan teknologi yang terintegrasi dengan situs web dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Sementara pada kategori Robot Sumo, tim MTs Pembangunan UIN Jakarta berhasil mengamankan posisi Juara 2. Dalam kategori ini, robot bertanding satu lawan satu dan harus mendorong robot lawan hingga keluar dari arena pertandingan.
Pada partai final, tim MTs Pembangunan UIN Jakarta berhadapan dengan peserta asal Indonesia. Meski demikian, Zhafran menyebut peserta dari Malaysia menjadi salah satu pesaing terberat karena memiliki teknologi yang dinilai mumpuni.
“Sejujurnya yang terberat itu dari Malaysia. Soalnya mereka punya teknologi bagus, tidak kalah dari Indonesia,” ungkapnya.
Rakit Robot Sendiri di Sekolah
Perjalanan menuju podium internasional bukan perkara mudah. Para siswa harus membagi waktu antara kegiatan akademik di sekolah dengan latihan robotik.
Khusus untuk kategori Robot Kreatif, seluruh proses perakitan dan pengembangan robot dilakukan sendiri oleh para siswa di sekolah.
“Robot yang kreatif ini kita buat sendiri di sekolah, ngerakit sendiri, trial and error, sampai bonding sendiri. Jadi perlu waktu yang lebih banyak untuk persiapan,” tuturnya.
Ketertarikan siswa terhadap dunia robotik menjadi salah satu modal penting dalam proses pembinaan. Sebelumnya, para anggota tim telah mengikuti kegiatan ekstrakurikuler robotik dan memiliki minat terhadap aktivitas merakit serta mengembangkan teknologi.
Jadi Motivasi untuk Terus Berprestasi
Salah satu anggota tim, Arya Hanif Muftiza, mengaku bangga atas capaian yang diraih bersama rekan-rekannya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras, latihan, kekompakan tim, serta dukungan dari guru dan orang tua.
“Kami sangat senang dan bangga karena berhasil meraih Juara 3 dalam lomba robotik ini. Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, latihan, kerja sama tim, serta dukungan dari guru dan orang tua,” kata Arya.
Ia menyebut pengalaman mengikuti kompetisi internasional memberikan banyak pelajaran, mulai dari kreativitas dan ketelitian hingga pentingnya memiliki semangat pantang menyerah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus belajar dan berprestasi di bidang robotik. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kami,” ujarnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MTs Pembangunan UIN Jakarta sekaligus guru pendamping, Aqsol Aziz, turut mengapresiasi pencapaian tersebut.
Menurutnya, prestasi para siswa menjadi kebanggaan bagi madrasah, terlebih anggota tim masih duduk di kelas 8 dan 9.
Aqsol menjelaskan, keberangkatan ke Malaysia merupakan kelanjutan dari prestasi yang diraih pada kompetisi tingkat nasional di Bandung.
“Awalnya kita ikut lomba tingkat nasional di Bandung. Kemudian kita mendapatkan juara 1. Selanjutnya kita dapat undangan untuk mengikuti lomba internasional yang diadakan di UPM di Malaysia,” kata Aqsol.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi pemacu bagi madrasah untuk semakin memperkuat dukungan terhadap pengembangan robotik.
Menurutnya, pembinaan robotik membutuhkan latihan intensif sekaligus dukungan pembiayaan yang memadai.
“Harapannya tentu ke depan lebih bisa support lagi dari pihak sekolah karena memang kita tahu bahwa robotik ini kan butuh support dana yang lumayan, baik orang tua maupun dari pihak sekolah tentunya,” pungkasnya.

Leave a Reply Cancel reply