Ketapang, (beritairn.com) – Melalui video conference, Dandim 1203/Ktp Letkol Kav Suntara Wisnu Budi Hidayanta, SH. M.SC., bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ketapang mengikuti pengarahan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito terkait penanganan Covid-19 kepada jajaran Kalimantan Barat yang berlangsung di Makodim 1203/Ktp, Jalan S. Parman, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang.
Sebelum memberikan arahan, Panglima TNI dan Kapolri menerima laporan dari Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., terkait perkembangan vaksinasi dan upaya penanganan pandemi Covid-19 di wilayah Kalimantan Barat.
Selain jajaran Forkopimda Provinsi, pengarahan juga diikuti para Bupati/Walikota, para Dandim dan Kapolres, para Kadinkes serta Kepala BPBD se-Kalimantan Barat.
Mengawali arahannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terimakasih kepada semua pihak di Kalimantan Barat atas kerja kerasnya selama ini sehingga sudah mampu mengendalikan kasus Covid-19 mulai dari kasus konfirmasi kemudian juga ditindaklanjuti dengan melaksanakan 3 M dan 3 T serta vaksinasi.
Panglima TNI meminta kepada Pemerintah Kabupaten dan Kota di Kalimantan Barat untuk meningkatkan tracing kontak erat. Untuk nasional rasio kontak erat adalah 1:8 sedangkan di Kalimantan Barat baru 1:4 untuk itu masih perlu ditingkatkan terus.
“Berdasarkan data orang terkonfirmasi di Kalbar sudah kecil sekali. Kita boleh bersyukur tapi jangan euforia. Karena kita masih harus bekerja keras untuk bisa mendapatkan situasi endemi,” pinta Panglima TNI.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan kepada Pemerintah Kalimantan Barat untuk tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19. Karena Kalimantan Barat berbatasan langsung dengan Malaysia.
“Saat ini wilayah Malaysia masih terjadi penambahan sebanyak 20.988 kasus baru dan BOR nya mencapai 90 persen. Ini perlu diwaspadai oleh Provinsi Kalbar dengan melaksanakan langkah-langkah penanganan secara khusus. Khususnya di wilayah perbatasan, “pungkasnya.



