Bappenda Kabupaten Bogor Beri Penghargaan Bagi Wajib Pajak Disiplin

0
65

Bogor Kabupaten, (beritairn.com) – Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bogor, menggelar Anugerah Pajak Daerah 2020. Kegiatan ini untuk mengapresiasi dunia usaha dan masyarakat yang telah disiplin sebagai Wajib Pajak (WP), Selasa (8/12).

Selain itu, penghargaan terhadap WP ini dilakukan untuk terus menggali dan memaksimalkan penerimaan Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya dari sektor pajak.

Bappenda Kabupaten Bogor sendiri mengelola 10 jenis pajak, yang telah melampaui target, meski di tengah masa paceklik akibat Pandemi Covid-19.

Bupati Bogor, Ade Yasin meminta Bappenda terus rutin melakukan sosialisasi dan memperluas jangkauan, serta melakukan terobosan inovasi layanan untuk memudahkan dan memaksimalkan penerimaan.

“Kita harus bergerak, menggali dan optimalkan pengelolaan untuk meningkatkam pendapatan daerah Kabupaten Bogor. Karena kebutuhan pembangunan Kabupaten Bogor sangat besar,” ucap Ade.

Pada 2018, pendapatan daerah Kabupaten Bogor masuk daftar 16 sebagai daerah dengan pendapatan terbesar di Indonesia. Bahkan Bumi Tegar Beriman duduk di peringkat dua tingkat kota/kabupaten dan nomor satu untuk level kabupaten dalam hal pendapatan.

“Karena kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita untuk APBD mencapai 38,28 persen di atas rata-rata nasional 15,5 persen. Sementara kontribusi pajak terhadap PAD mencapai 70,74 persen,” katanya.

Ade menambahkan, tercapainya target pajak daerah tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Sah satunya apresiasi terhadap peran PHRI sebagai wadah para pengusaha hotel dan restoran yang mempermudah komunikasi antara Pemkab Bogor dengan para pengusaha hotel dan restoran.

Kemudian IPPAT sebagai wadah pada notaris/pejabat pembuat akta tanah yang perannya terhadap pajak daerah cukup besar.

“Khususnya BPHTB yang paling besar kontribusinya, lebih dari 30 persen pajak daerah berasal dari BPHTB. Peran mereka sangat besar terhadap peningkatan penerimaan pajak daerah Kabupaten Bogor. Maka Pemkab Bogor memberikan penghargaan setinggi-tingginya, salah satunya melalui anugerah pajak daerah ini,” ujarnya.

Kata dia, di samping mengelola PAD, Pemkab Bogor juga mempunyai sumber pendapatan lain yang cukup besar yakni dana bagi hasil pajak dari Pemerintah Provinsi Jabar. Bahkan tahun ini peningkatan dana tersebut cukup signifikan.

“Saya juga apreasiasi kepada seluruh pemerintah kelurahan dan desa, atas kontribusinya dalam peningkatan pemungutan pajak daerah. Khususnya penerimaan PBB P2. Semoga ke depan sinergi dengan Bappenda Kabupaten Bogor dengan Pemprov Jabar, semakin optimal terutama menyangkut validasi data objek pajak dan wajib pajak. Agar bagi hasil pajak untuk kabupaten Bogor semakin tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengaku, sangat mengapresiasi kinerja Bappenda Kabupaten Bogor dalam pemungutan pajak, yang menunjukkan kecenderungan meningkat. Ade meminta agar Bappenda terus melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi semua jenis pajak daerah dan melakukan pendataan potensi pajak yang belum tergali.

“Khusnya terhadap PBB P2, hotel dan villa yang belum memiliki izin. Juga parkiran penitipan motor yang saat ini sudah berkembang pesat namun belum digali secara optimal. Mohon bantuan PHRI untuk inten melaporkan kepada Bappenda atau melalui UPT Pajak,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here