
Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kembali menggelar Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 sebagai upaya mendorong perkembangan ekonomi kreatif sekaligus melahirkan desainer-desainer muda.
Dalam sayembara tersebut, desain batik yang menjadi pemenang nantinya akan menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan dan dapat diproduksi serta dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan dalam kegiatan Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 di Serpong.
“Desain batik Tangsel yang menjadi pemenang nantinya menjadi hak milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sejak awal memang ketentuannya seperti itu, supaya masyarakat secara luas bisa memproduksi batik ini,” ujar Pilar.
Menurutnya, desain batik pemenang dapat diaplikasikan dalam berbagai bentuk, termasuk pakaian dan produk lainnya. Batik tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh kecamatan, kelurahan maupun perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Tangerang Selatan.
Pilar menjelaskan, desain yang terpilih merupakan hasil karya terbaik dari para desainer yang mengikuti sayembara.
Dalam proses penilaian, sejumlah aspek menjadi pertimbangan, mulai dari konsep desain, warna, filosofi, kedalaman makna hingga unsur sejarah yang terkandung dalam motif batik yang dibuat.
Penilaian juga melibatkan sejumlah juri yang memiliki kompetensi di bidang batik dan desain, termasuk perwakilan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Pusat serta penggiat batik.
“Dan ini tentu bukan dari hasil AI (Artificial Intelligence), bukan dari hasil buatan komputerisasi, tapi ini benar-benar buah karya seseorang yang patut dihargai, dan memang punya nilai tinggi seperti itu,” jelasnya.
Sayembara Desain Batik Khas Tangerang Selatan Tahun 2026 merupakan pelaksanaan yang kelima. Sayembara ini telah dibuka sejak 20 Juli 2026 dan ditutup pada 19 Agustus 2026.
Pada proses seleksi tahun ini, sebanyak 49 peserta mengikuti tahap seleksi administrasi. Selanjutnya, 10 peserta terpilih mengikuti seleksi desain sebelum melanjutkan ke tahap wawancara dan presentasi yang dilaksanakan secara hybrid.
Peserta yang mengikuti sayembara juga berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, di antaranya Bandung, Cianjur, Madiun, Jombang hingga Riau. Hal tersebut menunjukkan bahwa sayembara batik khas Tangerang Selatan telah menjadi ruang terbuka bagi desainer dari berbagai daerah untuk berpartisipasi dan memperkenalkan karya mereka.
Dari seluruh tahapan tersebut, akan dipilih tiga pemenang, yakni juara pertama, kedua dan ketiga.
“Ini merupakan bentuk support kami kepada para pelaku ekonomi kreatif supaya mereka memiliki ruang seluas-luasnya untuk merancang karyanya dan ditampilkan seperti itu,” kata dia.
Pilar berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para desainer dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan potensi serta memperluas kiprah mereka.
Ia mendorong para peserta untuk menjadikan ajang tersebut sebagai langkah awal dalam membangun karya hingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
“Harapannya banyak para desainer-desainer muda, banyak pelaku ekonomi kreatif yang tumbuh di Tangerang Selatan dan di nasional bisa mengembangkan potensi yang kalian punya. Memang dimulai dari step yang paling kecil yaitu tingkat lokal. Act locally, think globally,” ucapnya.(Red)






Leave a Reply