SMPN 14 Tangsel Terapkan Deep Learning, Lingkungan Sekolah Jadi Kunci Pembelajaran

0
6
kepala Sekolah SMPN 14 Kota Tangerang Selatan di ruang kerjanya, Selasa (22/4/2026).
kepala Sekolah SMPN 14 Kota Tangerang Selatan di ruang kerjanya, Selasa (22/4/2026).

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – SMPN 14 Kota Tangerang Selatan mulai mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas. Tak hanya soal metode belajar, sekolah juga menekankan pentingnya lingkungan yang aman dan nyaman agar siswa lebih mudah memahami materi.

Kepala SMPN 14 Kota Tangerang Selatan, Syaiful, mengatakan pendekatan deep learning diarahkan agar siswa tidak sekadar mengejar nilai, tetapi benar-benar memahami proses belajar yang dijalani.

Menurutnya, siswa didorong untuk berpikir kritis melalui pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Bukan hanya hasil nilai, tapi bagaimana proses belajar itu benar-benar dipahami oleh siswa,” ujar Syaiful kepada Media di SMPN 14 Tangsel, Rabu (22/4/2026).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Deden Deni, SE, MM., menghadiri launching program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BASN) di SMPN 14 Kota Tangerang Selatan.

Ia menilai, pendekatan ini tidak bisa berjalan sendiri tanpa didukung lingkungan sekolah yang kondusif. Karena itu, SMPN 14 menjalankan program Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Melalui program ini, sekolah berupaya menciptakan suasana belajar yang membuat siswa merasa aman, nyaman, dan betah di sekolah.

“Kalau lingkungan belajar nyaman, siswa juga lebih mudah menerima pembelajaran,” kata Syaiful.

Program BSAN sendiri telah diluncurkan pada Februari 2026 dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari masyarakat hingga aparat keamanan.

Foto: Siswa SMPN 14 Kota Tangerang Selatan melaksanakan simulasi Tes Kemampuan Akademik (Dok: SMPN 14 Kota Tangerang Selatan)

Sekolah berharap siswa bisa menganggap sekolah sebagai “rumah kedua” yang menyenangkan.

Di tengah penerapan pembelajaran tersebut, sekolah juga dihadapkan pada Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mulai diterapkan.

Untuk itu, persiapan dilakukan dengan memperkuat pembelajaran, terutama pada aspek literasi dan numerasi yang menjadi fokus utama dalam TKA.

Guru juga mulai membiasakan siswa mengerjakan soal-soal yang melatih pemahaman, khususnya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika.

“Ini jadi fokus kami agar siswa lebih siap, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk sekolah,” ujarnya.

Meski masih dalam tahap penyesuaian, Syaiful menilai pendekatan deep learning tetap memberi dampak pada kesiapan siswa menghadapi TKA.

“Pasti ada dampaknya, meskipun masih perlu evaluasi ke depan,” katanya.

Dari sisi siswa, perubahan cara belajar ini mulai terasa. Rifqy Pramadiqta, siswa kelas IX, mengaku kini lebih mudah memahami pelajaran dibanding sebelumnya.

“Sebelumnya agak sulit, sekarang jadi lebih mudah dipahami, apalagi kalau pakai visual,” ujarnya.

Ia juga merasakan manfaat saat mengikuti TKA. Menurutnya, soal yang disajikan dengan gambar membantu memahami pertanyaan.

“Kalau ada visual, jadi lebih gampang memahami soal dan menjawabnya,” kata Rifqy.

Dengan kombinasi metode pembelajaran yang lebih mendalam dan lingkungan sekolah yang mendukung, SMPN 14 Tangsel mencoba memastikan siswa tidak hanya paham materi, tetapi juga siap menghadapi pola evaluasi baru seperti TKA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here