SEMARANG, beritairn.com – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56, Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Agung Semarang memperkuat langkah menuju panggung kesehatan internasional melalui kerja sama strategis dengan Hospital Kuala Lumpur, rumah sakit rujukan pemerintah di bawah Kementerian Kesehatan Kerajaan Malaysia.

Kolaborasi bilateral tersebut diawali melalui penyelenggaraan International Seminar on Advanced Clinical Excellence, yang membahas penguatan penanganan kegawatdaruratan tingkat lanjut, manajemen keracunan, hingga tata laksana gigitan ular berbisa.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi RSI Sultan Agung Semarang menuju Global Islamic Teaching Hospital dengan standar mutu pelayanan dan pendidikan kedokteran berorientasi internasional.

Ketua Panitia Seminar Internasional, dr. Kinanti Narulita Dewi, M.Si.Med., Sp.An-TI, FISQua, mengatakan kegiatan akademik berskala internasional tersebut diinisiasi bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai salah satu langkah awal percepatan internasionalisasi RSI Sultan Agung Semarang.

Upaya tersebut, kata Kinanti, sejalan dengan mandat jajaran direksi dan manajemen rumah sakit, terutama di bawah kepemimpinan Direktur Utama Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B, FISQua, yang secara aktif memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.

“Inisiatif ini juga bertaut erat dengan agenda internasionalisasi Universitas Islam Sultan Agung dan Fakultas Kedokteran Unissula dalam mencetak tenaga medis yang memiliki daya saing global,” ujarnya.

Perkuat Standar Kegawatdaruratan

Sebagai rumah sakit rujukan tipe B sekaligus Rumah Sakit Pendidikan Utama bagi Fakultas Kedokteran Unissula, RSI Sultan Agung Semarang telah mengembangkan sejumlah pusat unggulan (center of excellence) dalam pelayanan kesehatan.

Komitmen tersebut diperkuat dengan penerapan standar mutu pelayanan berbasis syariah yang tersertifikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta pemenuhan akreditasi mutu nasional.

Menurut pihak rumah sakit, perpaduan antara standar klinis, keselamatan pasien, etika pelayanan, dan prinsip syariah menjadi bagian penting dalam pengembangan RSI Sultan Agung sebagai institusi kesehatan dan pendidikan kedokteran Islam yang berorientasi global.

Kerja sama dengan Hospital Kuala Lumpur secara khusus diarahkan pada pertukaran pengalaman klinis, riset kedokteran, serta penyelarasan standar mutu pelayanan instalasi gawat darurat.

Hospital Kuala Lumpur dikenal sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan besar di kawasan regional dengan kapasitas sekitar 3.500 tempat tidur. Layanan kegawatdaruratannya didukung fasilitas UGD dengan sekitar 120 tempat tidur, 40 unit ventilator, serta kamar operasi khusus tindakan emergensi.

Melalui kerja sama tersebut, RSI Sultan Agung Semarang diharapkan dapat mengadopsi dan menyelaraskan berbagai pengalaman serta standar pelayanan kegawatdaruratan yang diterapkan Hospital Kuala Lumpur, terutama dalam memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan presisi.

Menuju Pusat Pelayanan dan Pendidikan Bilateral

Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama FK Unissula yang juga menyelenggarakan Program Kelas Internasional, RSI Sultan Agung Semarang diproyeksikan tidak hanya menjadi pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga pusat pendidikan dan penelitian kedokteran bilateral.

Konektivitas penerbangan langsung Semarang-Kuala Lumpur turut mendukung mobilitas akademisi, pakar kedokteran, dan tenaga kesehatan kedua negara dalam menjalankan berbagai program pertukaran pengetahuan serta pengembangan kompetensi secara berkelanjutan.

Dukungan terhadap kerja sama tersebut disampaikan Wakil Kepala Departemen Emergency Hospital Kuala Lumpur, Dr. dr. Hidayah Shafie, Ph.D., yang hadir mewakili Kementerian Kesehatan Kerajaan Malaysia.

Ia menyampaikan kesiapan Hospital Kuala Lumpur untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan tim UGD RSI Sultan Agung Semarang.

Menurutnya, karakteristik pelayanan kegawatdaruratan yang memiliki tingkat kepadatan dan kompleksitas pasien tinggi menjadi salah satu ruang yang dapat dikembangkan melalui pertukaran pengalaman kedua institusi.

Sinergi tersebut dirancang melalui inisiasi program Brother Hospital, yang mempertemukan keahlian klinis kedua institusi dalam koridor akademik dan pelayanan kesehatan.

Lahirkan “ULAR SULTAN”

Komitmen jangka panjang kerja sama tersebut kemudian diperkuat melalui penandatanganan Pakta Integritas yang diawali dengan pembacaan Bismillahirrahmanirrahim.

Deklarasi tersebut melibatkan jajaran pakar internasional, manajemen RSI Sultan Agung Semarang, serta perwakilan mitra jaringan rumah sakit.

Para deklarator antara lain Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp.EM, Sub.Sp.Tok(K), FICEP, FIMMA; Dr. dr. Hidayah Shafie, Ph.D.; dr. Ali Haedar, Sp.EM, KPEC, FAHA, FICEP; dr. Maulitia Neny Yusuprihastuti, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), FISQua, AIFO-K; dr. Nova Maryani, Sp.An-TI, Subsp.TI(K), MMR, AIFO-K; dr. Kinanti Narulita Dewi, M.Si.Med., Sp.An-TI, FISQua; Dr. dr. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B, FISQua; serta Direktur Pelayanan RSI Banjarbaru, dr. Arif Sadzjali, MARS.

Melalui pakta tersebut, para pakar menyepakati pembentukan Faculty Member tetap untuk mengawal program lokakarya berkelanjutan bertajuk “ULAR SULTAN” atau United Life-Saving & Advanced Response in Snakebite, Toxin, and Acute Emergency Management.

Konsorsium tim ahli tersebut akan berperan dalam penyusunan panduan, pelaksanaan pelatihan berkala, serta pengembangan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia maupun Malaysia.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, termasuk kasus intoksikasi, kejadian dengan banyak korban, serta gigitan hewan berbisa.

Melalui kemitraan lintas negara dan penguatan kapasitas pendidikan kedokteran, RSI Sultan Agung Semarang menegaskan arah transformasinya sebagai institusi pelayanan, pendidikan, dan penelitian kedokteran Islam yang berorientasi internasional.

Kerja sama dengan Hospital Kuala Lumpur diharapkan menjadi salah satu pijakan dalam membangun jejaring akademik dan klinis lintas negara sekaligus memperkuat pelayanan kegawatdaruratan yang responsif, presisi, dan berorientasi pada keselamatan pasien.