Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi paparan abu vulkanik akibat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan situasi hanya melalui sumber informasi resmi pemerintah.
“Saya memahami bahwa kabar mengenai aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau tentu menimbulkan sejumlah kekhawatiran bagi kita semua. Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada. Kita ikuti perkembangan dan informasi hanya dari sumber resmi pemerintah,” ujar Benyamin.
Benyamin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau yang belum terverifikasi.
Selain itu, ia mengimbau warga untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, melindungi mata dari paparan abu vulkanik, serta memperbanyak konsumsi air putih.
“Saya mengajak kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Lindungi juga mata dari paparan abu vulkanik, kemudian juga banyak minum air putih,” jelasnya.
Menurut Benyamin, langkah sederhana tersebut penting dilakukan untuk menjaga kesehatan masyarakat di tengah potensi paparan abu vulkanik.
“Mari kita tetap tenang, saling mengingatkan, dan bersama-sama menjaga keselamatan diri, keluarga, serta lingkungan,” kata Benyamin.
Imbauan Kesehatan Selama Penyebaran Abu Vulkanik
Abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan kesehatan apabila terhirup atau mengenai mata dan kulit. Oleh karena itu, masyarakat diminta melakukan sejumlah langkah perlindungan, terutama ketika kondisi udara terlihat berkabut, berdebu, atau terdapat abu vulkanik di lingkungan sekitar.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan dr. Allin Hendakin Mahdaniar mengatakan, selama terjadi penyebaran abu vulkanik, masyarakat dianjurkan menggunakan masker dengan kualitas yang baik.
“Masker N95 dianjurkan untuk membantu menyaring partikel kecil, termasuk abu vulkanik. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan tambahan apabila masker N95 tidak tersedia,” ujar Allin.
Selain menggunakan masker, masyarakat diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika abu vulkanik sedang menyebar. Warga juga dianjurkan menggunakan kacamata pelindung untuk mencegah abu mengenai mata.
“Kalau yang berkendara, harus hati-hati karena abu vulkanik ini dapat mengurangi jarak pandang saat berkendara,” kata Allin.
Apabila sebaran abu vulkanik cukup tebal, masyarakat diimbau tetap berada di dalam ruangan. Sementara itu, jika mata atau hidung terpapar abu, warga dapat membersihkannya menggunakan air bersih.
“Jangan lupa juga untuk membersihkan abu yang menempel pada atap, halaman, dan saluran air secara berkala. Untuk kondisi sekarang, jangan membakar sampah atau bahan lain yang dapat memperburuk kualitas udara kita,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih untuk membantu menjaga kondisi tubuh serta mengikuti perkembangan informasi mengenai kondisi abu vulkanik hanya melalui sumber resmi pemerintah dan instansi terkait.
Gejala yang Harus Diwaspadai
Dinkes Tangsel turut mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan sejumlah gejala kesehatan setelah terpapar abu vulkanik.
Keluhan yang perlu diwaspadai antara lain batuk, sesak napas atau gangguan pernapasan, iritasi mata seperti mata merah, perih, dan berair, serta iritasi kulit berupa gatal atau kemerahan.
Masyarakat yang mengalami keluhan tersebut diminta segera mengurangi paparan abu dan memeriksakan diri ke UPTD Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, waspada, serta menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan sesuai kondisi lingkungan masing-masing. Lindungi diri dan keluarga dari paparan abu vulkanik. Gunakan masker dan ikuti informasi resmi dari pemerintah,” imbau Allin.(Red)

Leave a Reply Cancel reply