Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti optimistis program pembelajaran mendalam (deep learning) tidak akan berhenti di tengah jalan namun terimplementasi di sekolah-sekolah.
Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Kota Tangsel) melalui UPTD SMPN 5 Kota Tangsel kurikulum merdeka pemberlajaran mendalam (deep learning) sudah diterapkan.

Slamet Afandi, S.Ag., M.Pd.. Kepala UPTD SMPN 5 Kota Tengsel, mengatakan Kurikulum Merdeka dirancang dengan prinsip fleksibilitas dan fokus pada materi esensial. Guru diberikan kebebasan untuk menyesuaikan pembelajaran dengan konteks dan kebutuhan siswa, pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pemahaman konsep secara utuh dan aplikatif. Metode ini tidak hanya mengajarkan apa dan bagaimana, tetapi juga mengapa sesuatu terjadi, siswa didorong untuk berpikir kritis, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber.
“Pembelajaran mendalam (deep learning) bagian dari kurikulum merdeka, dimana guru memberikan pembelajaran secara fleksibilitas dan focus pada materi esensial dengan konteks dan kebutuhan siswa dan menekankan pemahaman konsep secara utuh dan aplikatif. Siswa didorong untuk berpikir kritis, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber tanpa mengurangi prinsip Takwa dan Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, wawasan kebangsaan, gotong royong, mengembangkan literasi, menjaga lingkungan, mewujudkan siswa yang Berakhlakul Karimah,” kata Slamet.
Slamet Afandi, menyampaikan pembelajaran mendalam merupakan pola kemitraan pembelajaran membangun hubungan dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional. pendekatan ini menggeser kontrol pembelajaran dari guru semata menjadi kolaborasi bersama.
“Pembelajaran mendalam tidak hanya dikenal dari dunia teknologi, melainkan juga pendekatan pembelajaran yang menekankan pada penguasaan konsep secara menyeluruh dan berkelanjutan, membangun hubungan dinamis antara guru, peserta didik, orang tua, komunitas, dan mitra profesional menjadikan kolaborasi bersama. Sesuai dengan visi misi SMPN 5 Kota Tangerang Selatan,” ucapnya. Selasa (7/4/2026).
Slamet Afandi,juga menerangkan pemanfaatan teknologi digital juga berperan penting sebagai katalisator untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif dan kontekstual. Selain itu, tersedianya beragam sumber belajar menjadi peluang menciptakan pengetahuan bermakna pada peserta didik.

“Pemanfaatan teknologi digital sebagai katalisator berperan penting dalam pembelajaran mendalam sehingga terciptanya pembelajaran yang lebih interaktif, kolaboratif dan kontekstual, banyak beragam sumber referensi pembelajaran menjadi pengetahuan bermakna,” jelasnya.
Slamet, berharap pembelajaran mendalam meningkatkan kualitas SMPN 5 Kota Tangsel, melalui:
Mindful Learning (Pembelajaran Sadar): siswa diharapkan mampu berpikir kritis, reflektif, dan melihat masalah dari berbagai perspektif serta guru berperan aktif sebagai fasilitator yang mendorong rasa ingin tahu siswa.
Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakna): materi dikurangi agar siswa dapat mempelajari sedikit materi namun dengan pemahaman yang sangat mendalam, siswa diharapkan dapat menghubungkan ide-ide baru dengan pengalaman nyata mereka.
Joyful Learning (Pembelajaran Menyenangkan): menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih humanis dan memotivasi siswa untuk belajar tanpa tekanan, siswa terlibat secara mental dan merasa percaya diri dalam mengeksplorasi minat mereka
“Tiga implementasi pembelajaran mendalam dapat meningkatkan kualitas siswa, sehingga siswa siap menghadapi tantangan masa depan, bukan hanya cerdas secara akademis. Efektivitas pembelajaran menciptakan ekosistim dalam kelas yang hidup dengan gagasan orisinal dari siswa sendiri melalui bantuan teknologi serta pembelajar seumur hidup membentuk karakter siswa yang mampu menerapkan ilmu yang dipelajari ke dalam berbagai situasi kehidupan nyata di masa depan, mewujudkan siswa yang Berakhlakul Karimah,” harapnya.



