SMPN 22 Kota Tangsel Terapkan Pola Pendidikan Deep Learning di Era Globalisasi

0
424

Tangerang Selatan, (beritairn.com) – Sekolah Menengah Pertama Negeri 22 Kota Tangerang Selatan (SMPN 22 Tangsel) memperkuat strategi global lewat  dengan visi misi sebagai berikut, :

Visi :

Menjadi organisasi siswa yang inovatif, berwawasan global, serta berkarakter unggul dalam membangun lingkungan sekolah yang harmonis, inspiratif, dan berdaya saing tinggi dan,

Misi :

Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan – Membentuk siswa yang memiliki jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab, disiplin, dan berintegritas tinggi.

Mendorong Kreativitas dan Inovasi – Menyediakan wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, dan inovasi di bidang akademik maupun non-akademik.

Memperkuat Rasa Solidaritas dan Kepedulian Sosial – Mengadakan kegiatan sosial dan kemanusiaan yang membangun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan.

Mewujudkan Lingkungan Sekolah yang Nyaman dan Inklusif – Menciptakan atmosfer sekolah yang aman, nyaman, serta mendorong kolaborasi dan kebersamaan di antara siswa.

Menanamkan Nilai-Nilai Moral dan Kebangsaan – Mengembangkan karakter siswa yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral, budaya, dan kebangsaan untuk menjadi generasi yang berdaya saing global.

Kepala Sekolah SMPN 22 Kota Tangerang Selatan Susanti Ekapriyanti, menyampaikan visi dan misi, SMPN Negeri 22 Tangerang Selatan siap menjadi sekolah yang membawa perubahan positif dan membentuk siswa yang siap menghadapi tantangan masa depan.

“Visi SMPN 22 Kota Tangerang Seltan terwujudnya generasi unggul yang berakhlak mulia, berprestasi, berfikir global dan berwawasan lingkungan,” ucap Susanti Ekapriyanti Kepala Sekolah SMPN 22 Kota Tangsel.

“Misi SMPN 22 Kota Tangsel meningkatkan iman dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing,meningkatkan profesional guru serta meningkatkan profesional para pekerja sekolah, meningkatkan wawasan literasi, menigkatkan kopetensi secara akademis dan non akademis  serta pola pembelajaran yang bermakna dengan cara aktif dan inovatif terhadap siswa yang ada di SMPN 22 Kota Tangerang Selatan,” kata Kepala Sekolah SMPN 22 Kota Tangsel  Susanti Ekapriyanti.

Susi juga mengatakan, SMPN 22 Kota Tangsel sudah menerapkan kurikulum merdeka dengan pola Deep Learning (pembelajaran mendalam) pendidikan berfokus kepada pemahaman konsep secara mendalam, kritis, dan bermakna, bukan sekadar menghafal materi.

“SMPN 22 Kota Tangsel sudah Kurikulum Merdeka, guru-guru memberikan pola pengajaran terhadap siswa dengan cara Deep Learning, tidak hanya tidak hanya menghafal materi, tetapi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (joyful), sadar (mindful), dan relevan, sering kali mengintegrasikan teknologi dan pemecahan masalah dunia nyata, serta siswa ajak untuk kritis dan berwawasan literasi,” ujar susi, Senin (6/4/2026).

Lanjut Susi menerangkan, untuk ekstrakurikuler yang ada di SMPN 22 Kota Tangsel seperti  paskibra, pramuka, futsal, pencak sila, bola basket, bulu tangkis (badminton), mobile legends serta Majalah dinding (mading). Untuk ekstrakurikuler keagamaan ada Rohani Islam (Rohis), ada ekstrakurikuler sains club serta ada palang merah remaja (PMR).

“Paskibra, pramuka, futsal, pencak sila, bola basket, bulu tangkis (badminton), mobile legends serta majalah dinding (mading). Untuk ekstrakurikuler keagamaan ada Rohani Islam (Rohis), untuk sain ada ekstrakurikuler sains club serta ada ekstrakurikuler palang merah remaja (PMR), semua adalah ekstrakurikuler yang ada di SMPN 22 Kota Tangsel,” jelasnya.

“Prestasi dalam cabang olahraga yang dicapai SMPN 22 Kota Tangsel seperti pencak silat dan badminton  juara tingkat nasional, Paskibra juga selalu mengikuti setiap kegiatan lomba baris-berbaris dan perkembangannya sangat maju,” jelasnya.

Susanti berharap, “kolaboratif  pembelajaran guru dan siswa dengan cara pembelajaran modern dan inovatif untuk membantu siswa menuangkan gagasan dan kreativitas, serta menekankan pada pemberian prioritas tinggi terhadap perspektif anak didik dan membangun hubungan kolaboratif untuk mencapai tujuan pendidikan sekolah sehingga tercipta pola pembalajaran yang berwawasan literasi, edukasi, religious, humanis serta dari hati,” harapnya.(red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here