Tangerang Kota, (beritairn.com) – Pemkot Tangerang bersama jajaran Polres Metro Tangerang Kota, unsur TNI, hingga berbagai elemen masyarakat menggelar apel pengamanan malam takbir secara serentak, di Polres Metro Tangerang Kota.
Apel tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tangerang Maryono, Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Alam, Dandim 0506/Tangerang, serta perwakilan organisasi masyarakat, Pokdar Kamtibmas, Senkom, dan Pramuka.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari menyampaikan, dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2026 dan malam takbir, sebanyak 1.839 personel gabungan dikerahkan yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, serta potensi masyarakat.
“Personel gabungan ini akan disiagakan di 41 titik simpul jalan raya di Kota Tangerang untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Selain itu, aparat juga telah menyiapkan 7 pos pengamanan, yang terdiri dari 1 pos pengamanan, 5 pos pelayanan, dan 1 pos terpadu guna mendukung kelancaran arus dan keamanan masyarakat selama periode Lebaran.
“Untuk pelaksanaan salat Idulfitri, tercatat ada sekitar 100 titik lokasi baik di lapangan maupun masjid yang juga telah disiapkan pengamanannya oleh petugas,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konvoi atau takbir keliling di jalan raya.
“Kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan takbir di masjid atau musala agar tidak mengganggu ketertiban umum dan menjaga kekhusyukan malam takbir,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang tetap siaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selama momentum Lebaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Metro Tangerang Kota, TNI, dan seluruh petugas yang terus bersinergi menjaga keamanan, lalu lintas, dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk merayakan malam takbiran dengan tertib dan damai tanpa harus turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan keramaian dan gangguan keamanan.(red)



