Inovasi Hijau SMPN 21 Tangsel: Tabung Sampah, Petik Prestasi

0
361
Inovasi Hijau SMPN 21 Tangsel: Tabung Sampah, Petik Prestasi

Tangerang Selatan, (BeritaIRN) – Di tengah dinamika dunia pendidikan, SMP Negeri 21 Tangerang Selatan (Tangsel) tampil menonjol berkat inisiatif pengelolaan lingkungan yang inspiratif. Melalui program Bank Sampah, sekolah ini tak hanya menciptakan lingkungan bersih dan sehat, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan di kalangan siswa, guru, dan staf.

Program ini turut mengantarkan sekolah meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Banten, dan kini bersiap menuju tingkat nasional.

Dari Botol Plastik hingga Minyak Jelantah: Semua Bisa Ditabung

Beroperasi lebih dari tiga tahun, Bank Sampah SMPN 21 melibatkan seluruh unsur sekolah: 1.200 siswa, 28 guru ASN, 20 guru P3K, 7 tenaga administrasi, 5 petugas kebersihan, dan 3 tenaga keamanan. Setiap dua pekan, warga sekolah membawa sampah terpilah seperti botol plastik, kertas, dan bahkan minyak jelantah.

“Sampah ditimbang di lapangan sekolah, dicatat dalam buku tabungan masing-masing, dan bisa diuangkan atau disimpan,” ujar Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Rizky Hidayatullah, Rabu (14/5).

Prosesnya berjalan sistematis. Sampah dipilah berdasarkan jenis dan nilai ekonominya. “Kertas sekian rupiah per kilogram, tutup botol ada harganya sendiri, begitu juga minyak jelantah,” tambahnya.

Hasilnya kemudian diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan untuk didaur ulang.

Dampak Nyata: Edukasi, Aksi, dan Apresiasi

Bank Sampah bukan sekadar program daur ulang, melainkan sarana edukasi karakter dan lingkungan. “Kami membiasakan siswa memilah sampah dan memahami dampaknya bagi bumi,” kata Rizky. Hal ini menjadi nilai tambah yang mengantar sekolah meraih Adiwiyata Provinsi, dengan target Adiwiyata Nasional di tahun mendatang.

Selain itu, program ini menciptakan ekosistem sekolah yang bersih dan sehat, membentuk kebiasaan baru yang positif bagi seluruh warga sekolah.

Sekolah Aktif dan Berprestasi

SMPN 21 juga aktif dalam berbagai program pengembangan diri dan ekstrakurikuler. Kegiatan pembiasaan seperti literasi pagi, unjuk bakat, dan pembinaan keagamaan rutin dilakukan mulai pukul 06.45 sebelum KBM.

Beragam ekstrakurikuler pun tersedia, mulai dari pramuka, pencak silat, futsal, voli, hingga jurnalistik. Prestasinya pun membanggakan:

  • Juara 1 futsal tingkat kota,
  • Juara 2 pencak silat GIS Fest,
  • Juara 3 voli tingkat Tangsel.

Tak kalah menginspirasi, Agus, guru IPA sekolah ini, berhasil menjadi lulusan terbaik PPG dalam Jambore GTK Hebat 2024, mewakili Banten ke tingkat nasional, dan mendapat penghargaan langsung dari Wali Kota.

Mendukung Program Makan Bergizi Gratis

Dalam waktu dekat, SMPN 21 juga siap mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Data siswa telah dimasukkan ke Dapodik, dan pihak sekolah tinggal menunggu penyediaan dapur sesuai koordinasi dengan Badan Gizi Nasional. Sementara itu, siswa dianjurkan membawa bekal dari rumah sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat.

Inspirasi dari SMPN 21 Tangsel

Dengan 30 rombongan belajar dan rerata 400 siswa baru setiap tahun, SMPN 21 Tangerang Selatan menunjukkan bahwa inovasi bisa lahir dari sekolah negeri di pinggiran kota. Program Bank Sampah menjadi simbol keberpihakan sekolah terhadap keberlanjutan dan kesadaran ekologis.

“Cek Instagram kami untuk melihat program-program inspiratif lainnya, termasuk Bank Sampah,” ujar Rizky antusias.

SMPN 21 bukan sekadar tempat belajar, tetapi laboratorium kehidupan yang mengajarkan nilai, tanggung jawab, dan aksi nyata untuk bumi yang lebih baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here