Indonesia – Jepang Jajaki Kerja Sama Pemberantasan Terorisme

0
170
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD (kiri) menyerahkan kompensasi secara simbolis kepada keluarga korban tindak pidana terorisme di Kemenkopolhukam, Jakarta, Jumat (13/12/2019). Pemerintah menyalurkan bantuan kompensasi kepada empat korban tindak pidana terorisme yang terjadi di Tol Kanci-Pejagan, korban di Cirebon dan satu orang korban penyerangan terorisme di Pasar Blimbing, Lamongan yang terjadi tahun 2018. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/foc.

Jakarta, (beritairn.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Moh. Mahfud MD mengatakan Indonesia akan menjajaki kerja sama pemberantasan terorisme serta deradikalisasi dengan pemerintah Jepang.

“Jadi radikalisme itu kan sekarang jaringannya sudah internasional, misalnya soal FTF, Foreign Terrorist Fighter, itu banyak,” kata Menko Polhukam di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Menko Polhukam mengungkapkan bahwa pemerintah Jepang juga khawatir dengan perkembangan terorisme yang semakin canggih. Dikatakan, aksi terorisme sekarang telah melibatkan perempuan bahkan anak-anak. Lalu, pendanaan terorisme pun semakin mudah melalui transaksi digital.

“Transefer uangnya sudah melalui HP, smart phone, jadi sudah digital transaksinya. Kalau dulu kan lewat bank, sekarang jret¬ begitu sudah sampai ke yang bersangkutan dan itu disamarkan,” kata Menko Mahfud.

Selain terorisme, Menko Polhukam menyampaikan kerja sama dengan Jepang dilakukan di bidang kelautan. Selanjutnya akan diadakan semacam forum bersama yang rutin membahas tentang terorisme serta pengamanan kawasan. “Mungkin tahun 2020 ini akan segera dikonkretkan,” lanjutnya.

Sebelumnya Menko Polhukam Moh. Mahfud MD didampingi Kepala BNPT Suhardi Alius bertemu dengan Kepala Badan Teroris Jepang, Fukumoto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here