Capaian Hasil Kinerja Kejari Ketapang

0
145

Ketapang, (beritairn.com) – Dalam rangka memperingati Hari Bakti Adiyaksa (HBA) ke-61, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang merilis sejumlah capaian kinerja sepanjang tahun 2021.

Capaian kerja mulai dari penanganan kasus tindak pidana korupsi hingga penanganan perkara narkoba yang cukup dominan.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang, Alamsyah melalui Kasi Intel, Fajar Yuliyanto mengatakan, memperingati HBA ke-61, pihaknya merilis capaian kinerja selama tahun 2021, termasuk penanganan kasus korupsi.

“Untuk Bidang pidana khusus, kita saat ini sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada paket proyek – proyek penunjukan langsung di Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2018-2019,” ujar Fajar Yuliyanto.

Fajar menjelaskan, untuk penyidikan ada sejumlah kasus yang sedang ditangani. Seperti tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan di Desa Silat, Kecamatan Manis Mata yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018. Kemudian, dugaan penyimpangan Dana Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau. Serta dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan keuangan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan.

Sementara kasus yang sudah masuk dalam penuntutan, adalah perkara tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan di Desa Silat, Kecamatan Manis Mata bersumber dari DD tahun anggaran 2018 dengan terdakwa Herawadi.

“Termasuk juga perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Desa pada pengadaan PLTD di Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau tahun anggaran 2016 dan 2017 dengan terdakwa Luhai dan Petrus Wirani Haidir,” ucapnya.

Selain itu, ada pula sejumlah kasus korupsi yang masih dalam tahap penuntutan. Yakni perkara tindak pidana korupsi terkait pekerjaan peningkatan Jalan Simpang Dua Perawas pada Dinas PUTR Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2017 dengan terdakwa Hendy Maliki Kusum Putra.

“Terdakwa Hendy ini menjadi terdakwa pada perkara tindak pidana korupsi terkait pekerjaan peningkatan Jalan Balai Berkuak pada Dinas PUTR tahun anggaran 2017. Selain Hendy, terdakwa lainnya adalah Edy Kusnadi, dan Abdul Mujiburrahman,” katanya.

Fajar menambahkan, selain penuntutan, ada juga kasus korupsi yang sudah diputus pengadilan dan langsung dieksekusi. Pada 2021, Kejaksaan Negeri Ketapang telah mengeksekusi lima terpidana kasus korupsi. Mereka adalah Muhsinim, Harsoyo, Hari Wibowo, Herawadi dan Hendri Sibuea.

Sedangkan pada penyelamatan keuangan negara dari kasus korupsi, menurutnya cukup besar. Dari pembayaran denda terkumpul Rp350 juta dari empat perkara.

“Sementara pengembalian uang pengganti mencapai Rp591 juta. Itu berasal dari empat perkara,” jelasnya.

Sementara itu, sejak periode bulan Agustus 2020 sampai Juni 2021, Kejaksaan Negeri Ketapang (Kejari) diakui Fajar kalau pihaknya telah memusnahkan barang bukti dari 225 perkara yang sudah berkekuatan hukum tetap berdasarkan putusan Pengadilan dengan perkara yang mendominasi adalah perkara narkotika.

“Perkara narkotika sejak Agustus 2020 sampai Juli 2021 berjumlah 69 perkara. Barang buktinya berupa sabu – sabu 224,443 gram bruto dan ekstasi 109,5 butir,” imbuhnya.

Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan dari perkara lain, di antaranya pencurian 25 perkara, senjata api dan sajam 25 perkara, perkebunan 24 perkara dan penganiayaaan 9 perkara. Kemudian, pertambangan 13 perkara, perjuadian 19 perkara, pengrusakan 6 perkara, perlindungan konsumen 2 perkara, perlindungan anak 21 perkara, tipiring 23 perkara serta pembunuhan 3 perkara.

“Dari 225 perkara yang barang buktinya sudah dimusnahkan, terdiri dari 12 jenis perkara. Sesuai data, perkara narkoba paling banyak,” paparnya.

Fajar menambahkan, selain pemusnahahan barang bukti, selama tahun 2021 Kejaksaan juga telah melakukan penyetoran barang rampasan berupa uang Rp 4.821.000.

“Kejaksaan juga melakukan lelang terhadap barang rampasan dengan hasil bersih Rp 111.531.000 dan telah disetorkan ke kas negara sebagai hasil dinas Kejari Ketapang,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here