Bupati Bogor Apresiasi Upaya PMI Kabupaten Bogor Dalam Penyediaan Darah Plasma Konvalesen

0
130

Bogor, (beritairn.com) – Bupati Bogor, Ade Yasin apresiasi kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bogor atas terlaksananya pelayanan Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Bogor, terutama dalam penyediaan donor darah plasma konvalesen khususnya bagi pasien positif Covid-19 serta peran aktif PMI dalam pelayanan donor darah rutin. Bahkan PMI mampu memenuhi ketersediaan plasma terbanyak ke 3 se-Jawa Barat. Itu diungkapkan Bupati Bogor saat menghadiri peringatan HUT Ke-76 PMI, di Aula Pendopo Bupati Bogor.

“Saya sangat mengapresiasi terlaksananya pelayanan Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Bogor dalam penyediaan layanan donor darah plasma konvalesen, khususnya bagi pasien positif Covid-19 serta peran aktif PMI dalam pelayanan donor darah rutin,” ungkap Bupati Bogor Ade Yasin.
Menurut Ade Yasin, Pemerintah Kabupaten Bogor juga sangat mendukung rencana pendirian sarana pelayanan kesehatan di Kecamatan Parung Panjang sebagai upaya PMI  untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di wilayah Kabupaten Bogor.
“Di acara Peringatan HUT ke-76 PMI dan Musyawarah Kerja PMI Kabupaten Bogor tahun 202I, saya ucapkan “selamat ulang tahun ke-76” kepada keluarga besar PMI, semoga PMI tetap tangguh dan terus tumbuh, bergerak bersama-sama dalam pengabdian demi kemanusiaan. Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran PMI Kabupaten Bogor bersama seluruh relawan atas perjuangan dan kontribusinya dalam penanganan bencana dan penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Bogor,” kata Ade Yasin.
Dirinya juga mengapresiasi penyelenggaraan musyawarah kerja ini untuk meneguhkan kembali komitmen bersama dalam menjamin optimalisasi pemberdayaan organisasi PMI. PMI adalah aset bangsa dan negara yang perlu dijaga dan dikelola dengan profesional, amanah, netral dan mandiri. PMI merupakan mitra strategis pemerintah dalam kegiatan kemanusiaan serta oganisasi kemanusiaan satu-satunya dan terbesar di Indonesia yang mendapatkan mandat dari negara yang diakui oleh palang merah internasional dan bulan sabit merah. Sebagai pemberi layanan kemanusiaan, PMI dituntut untuk senantiasa siaga dan siap bergerak dalam kondisi apa pun, karena masyarakat mengharapkan PMI bertindak cepat, tepat dan akurat dalam memberikan pelayanan kemanusiaan dan kepalangmerahan yang maksimal.
“untuk itu, sinergitas antara PMI dengan Pemerintah Daerah, kalangan dunia usaha dan berbagai lapisan masyarakat merupakan sebuah keharusan agar mampu meningkatkan layanan kemanusiaan secara baik. Saya minta PMI terus meningkatkan inovasi, kolaborasi dan sinergitas dalam menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan dan kepalangmerahan khususnya di Kabupaten Bogor. Melalui musyarah kerja ini mudah-mudahan dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Digahayu PMI ke-76. semoga Pmi tetap tegar dan terus mengabdi demi kemanusiaan bergerak bersama untuk sesama,” tandasnya.
Sekretaris PMI Kabupaten Bogor Makmur Rozak menambahkan, terkait pelayanan darah plasma selama Covid pihaknya menerima pendonor darah plasma sebanyak 6.664 pasien, hanya 1.972 pasien yang bisa dilayani, tetapi 2.999 pemohon plasma yang tidak bisa layani karena keterbatasan. Darah plasma sangat dibutuhkan bahkan 1 kantong darah plasma ditunggu oleh 50 pasien Covid-19.
“Alhamdulillah PMI Kabupaten Bogor dengan keterbatasan bisa memenuhi walaupun banyak yang tidak terlayani. PMI kabupaten Bogor bagian dari 34 PMI se-Indonesia yang mampu mengelola darah plasma. Alhamdulilah kita menjadi PMI atau UTD yang bisa memenuhi ketersediaan plasma terbanyak ke 3 se-Jawa Barat. Rumah Sakit yang kami layani terkait penyediaan plasma sebanya 61 RS bahkan ada RS dari Jepara yang minta ke PMI Kabupaten Bogor, karena memang kebutuhan darah plasma agak sulit,” terangnya.
Makmur Rozak menjelaskan, terkait musyawarah kerja dilakukan, dalam rangka konsolidasi karena sejak dikukuhkan kepengurusan Ketua PMI Kabupaten Bogor pada Mei tahun 2020. PMI belum pernah melakukan pertemuan formal seperti sekarang ini, hanya dilakukan secara virtual.
“Bersamaan dengan HUT ke-76 PMI, progres kiprah PMI selama pandemi 1 tahun, kepengurusan periode 2020-2025 pertama terkait dengan penanganan Covid-19 tercatat PMI berkiprah melakukan penyemprotan desinfektan 533 titik dengan penerima manfaat sebanyak 371.734 orang dengan melibatkan 298 relawan. Disamping itu kami juga membagikan bahan untuk penyemprotan desinfektan berupa 1.050 kantong yang kami distribusikan ke 115 titik baik sarana ibadah maupun sarana umum lainnya, disamping itu PMI juga melakukan pendistribusian masker dan sabun tercacat 27.050 untuk 9.017 Kepala Keluarga (KK),” bebernya.
Selanjutnya Tambah Makmur Rozak, PMI juga membagikan sembako sebanyak 39.450 paket serta mendistribusikan tandon air tempat cuci tangan di kelurahan, pasar dan pesantren sebanyak 18 unit. Juga membagikan APD untuk beberapa RS, Klinik, UTD, dan yang digunakan para relawan sebanyak 450 buah. PMI juga melakukan pelayanan ambulance melalui pelayanan rujukan pasien Covid-19 tercatat 83 kali dan mengantar jenazah Covid 64 kali. PMI juga dapat kepercayaan dari RSUD Cibinong dan RS. PMI untuk turut serta melakukan pemulasaran jenazah Covid selama 55 hari pada bulan Juli-Agustus awal.
“Juga membantu pelaksanaan vaksinasi melibatkan sibat dan relawan lain sebanyak 276 relawan di 12 kali kegiatan vaksinasi. Saat ini berlangsung bulan vaksin, saya himbau untuk berperan aktif dalam pelaksanaan vaksin di kecamatan masing-masing,” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here